TeraNews Bisnis – Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding, melakukan inspeksi mendadak ke Perumahan Bumi Pagedan Permai, Subang, Jawa Barat, Kamis (8/5). Kunjungan ini dilakukan menyusul peluncuran program 20.000 rumah subsidi bagi para Pekerja Migran Indonesia (PMI). Karding secara langsung mengecek kualitas dua unit dari 60 rumah yang akan segera dihuni para PMI dalam tahap awal program ini.
Baca juga: Setan Merah Incar Striker Baru!
Di rumah pertama, milik seorang PMI asal Hongkong bernama Nurlia, Karding langsung menuju kamar mandi. Hasilnya? Saluran air belum berfungsi. Dengan tegas, Menteri Karding meminta Nurlia untuk melaporkan jika masalah tersebut tak kunjung terselesaikan, dan memperingatkan pengembang akan konsekuensi jika fasilitas rumah tak berfungsi optimal. "Dipastikan harus jalan. Nanti mbanya kalo enggak jalan lapor. Nanti pengembangnya kena masalah itu kalau enggak jalan," tegasnya.

Berbeda dengan rumah pertama, pengecekan di rumah kedua milik PMI asal Taiwan berjalan lancar. Karding memeriksa seluruh fasilitas, termasuk dua kamar tidur, ruang tengah, dan kamar mandi. "Bersih airnya, bersih dan enggak berbau," ujarnya puas.
Baca juga: Mobil Listrik China, Kini Sampai Depan Rumah di Eropa!
Program 20.000 rumah subsidi ini merupakan sejarah baru bagi perlindungan PMI. Dalam tahap awal, 100 unit rumah akan disalurkan. Karding menekankan program ini sebagai wujud nyata negara dalam melindungi dan memberdayakan para pahlawan devisa bangsa. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan PMI setelah kembali ke tanah air.











Tinggalkan komentar