TeraNews Bisnis – Kabar gembira datang dari Pulau Parit, Karimun, Kepulauan Riau! Setelah sekian lama hanya menikmati listrik terbatas, kini 769 keluarga di dua desa pulau tersebut bisa tersenyum lega. PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Distribusi (UID) Riau dan Kepulauan Riau berhasil menghadirkan listrik andal 24 jam nonstop. Upaya ini merupakan wujud nyata komitmen PLN dalam pemerataan akses energi di seluruh Indonesia.
Baca juga: IHSG Terbang Tinggi! Sentuh Level 7.230 di Awal Sesi
Suprihatin, seorang ibu rumah tangga sekaligus pemilik warung makan di Desa Parit, meluapkan rasa syukur dan bahagianya. "Dulu, masak nasi harus buru-buru sebelum listrik mati. Kulkas cuma bisa dipakai malam hari, aktivitas siang terbatas banget. Sekarang listrik 24 jam, kami bisa beraktivitas lebih leluasa," tuturnya dengan penuh haru.

Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, turut mengapresiasi langkah PLN ini. Menurutnya, keberhasilan ini menjadi bukti nyata kolaborasi pemerintah dan PLN dalam mewujudkan pemerataan akses energi, bahkan hingga ke pulau-pulau terdepan. "Terima kasih kepada PLN atas layanan listrik 24 jam di Selat Gelam. Ini kolaborasi nyata untuk pemerataan pembangunan di Kepulauan Riau," ujarnya.
Baca juga: Lewandowski Selamatkan Barca dari Jebakan Rayo!
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan komitmen PLN untuk memastikan akses listrik merata bagi seluruh masyarakat Indonesia. PLN akan terus mendorong elektrifikasi, termasuk di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar). "Listrik 24 jam bukan sekadar penerangan, tapi masa depan. Anak-anak bisa belajar lebih lama, usaha kecil bisa berkembang, dan warga terhubung dengan dunia," tegas Darmawan.
General Manager PLN UID Riau dan Kepulauan Riau, Khairullah, menyampaikan rasa syukur atas pencapaian ini. Ia menekankan keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi kuat antara PLN, pemerintah daerah, TNI, Polri, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. "Gotong royong ini yang menjaga terang tetap menyala," tambahnya.
Sistem kelistrikan di Pulau Parit yang mayoritas penduduknya berprofesi sebagai nelayan, kini menggunakan sistem isolated dengan Daya Mampu Pasok (DMP) 320 kW dan Beban Puncak (BP) 192 kW. Listrik dari pembangkit disalurkan ke 769 pelanggan melalui 8,25 kms jaringan tegangan rendah (JTR). Kini, gelapnya malam di Pulau Parit telah berganti terang benderang sepanjang hari.











Tinggalkan komentar