TeraNews Bisnis – Jakarta, Perum Bulog menorehkan prestasi gemilang dengan menyerap 1,7 juta ton setara beras dari petani hingga 28 April 2025. Capaian ini fantastis, mencapai 56,09 persen dari target tahunan 3 juta ton, dan menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah Bulog sejak berdiri pada 1967. Direktur Utama Perum Bulog, Novi Helmy Prasetya, menyampaikan kabar baik ini dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI, Selasa (29/4).
Baca juga: MNC Lido City Bersihkan 8 Masjid Jelang Ramadan!
"Alhamdulillah, serapan gabah kita mencapai angka tertinggi sepanjang sejarah Bulog," ungkap Novi dengan bangga. Rinciannya, 2.058.472 ton berasal dari gabah kering panen (GKP) dan 563.518 ton dari beras, yang jika dikonversi setara dengan 1.682.909 ton beras. Target Bulog sendiri adalah 2,5 juta ton gabah dan 1.665.503 ton beras, sehingga secara keseluruhan realisasi penyerapan mencapai 82,67 persen untuk GKP dan 33,83 persen untuk beras.

Keberhasilan ini jauh melampaui capaian tahun-tahun sebelumnya. Sebagai perbandingan, pada periode Januari-April 2024, Bulog hanya menyerap 259.976 ton setara beras, bahkan lebih rendah dari tahun 2021 yang mencapai 572.889 ton. Artinya, penyerapan tahun ini menjadi yang tertinggi dalam enam tahun terakhir.
Baca juga: Madrid Comeback Kilat! Mallorca Gigit Jari di Bernabeu
Sukses ini tak lepas dari kerja keras Bulog melibatkan 25.679 petani dari Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan 1.667 mitra penggilingan. Novi menegaskan, strategi penyerapan yang agresif ini sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk menyejahterakan petani. "Petani bahagia, kita juga bahagia," tegasnya, mengingat arahan Presiden Prabowo Subianto terkait pentingnya keberpihakan kepada petani.
Saat ini, Bulog menguasai stok beras mencapai 3.306.486 ton, serta cadangan pangan lain seperti tepung terigu, minyak goreng, daging sapi, gula pasir, telur, dan jagung PSO. Semua komoditas tersebut tersebar di 26 kantor wilayah Bulog di seluruh Indonesia. Kendati demikian, Novi mengakui tantangan berupa keterbatasan kapasitas gudang penyimpanan yang telah penuh. Bulog pun berupaya mencari solusi dengan menyewa gudang tambahan untuk memastikan kelancaran penyerapan di lapangan.











Tinggalkan komentar