TeraNews Olahraga – Degradasi Leicester City dari Premier League meninggalkan tanda tanya besar bagi masa depan Ruud van Nistelrooy. Setelah menelan pil pahit kekalahan 0-1 dari Liverpool, pelatih asal Belanda itu mengaku kecewa berat. "Situasi ini sangat mengecewakan, terutama karena terjadi di beberapa pekan terakhir musim," ujarnya, mengakui perjuangan gigih timnya hingga akhir. Meskipun demikian, Van Nistelrooy menegaskan tak ada penyesalan. "Saya telah melakukan segala hal demi klub, setiap keputusan bertujuan untuk meraih poin maksimal," tegasnya.
Namun, soal masa depannya? Van Nistelrooy masih bungkam. "Saya belum tahu apa yang akan terjadi," akunya. Saat ini, fokusnya adalah mempersiapkan musim depan. Ia berharap segera bertemu petinggi klub untuk membahas rencana ke depan, sebelum pramusim dimulai. Pertandingan melawan Brighton dan Liverpool, menurutnya, menunjukkan semangat juang pemainnya yang masih menyala.

Van Nistelrooy mengakui tugasnya jauh lebih berat dari perkiraan. "Perbedaan kualitas antara tim promosi dan tim lainnya sangat jauh," katanya, menyoroti ketimpangan kualitas antara tiga tim terbawah dengan 17 tim lainnya. Ia berharap bisa meraih lebih banyak poin, mengakui ada penampilan bagus dan buruk dalam 33 pertandingan yang dijalani. Meski rekor kandang buruk dan tekanan degradasi begitu besar, Van Nistelrooy tak menyesali keputusan-keputusannya. "Tugas saya adalah membuat keputusan sebelum pertandingan, bukan sesudahnya," tandasnya. Semua keputusan, katanya, diambil bersama tim pelatih demi satu tujuan: poin. Akankah ia bertahan atau hengkang? Kita tunggu saja kelanjutannya.
Tinggalkan komentar