Ekonesia – Arsenal dikabarkan tengah memantau ketat situasi di AS Monaco menjelang bursa transfer musim dingin. Gonjang-ganjing finansial yang melanda klub asal Prancis itu berpotensi membuka peluang bagi The Gunners untuk memboyong penyerang muda berbakat, Paris Brunner. Meski baru saja mendatangkan Christos Tzolis di musim panas, manajemen Meriam London tetap membuka opsi untuk memperkuat lini serang mereka.
Baca juga: Harga Cabai Meroket! Bawang Ikut-Ikutan?
Kondisi keuangan Monaco memang sedang tidak baik-baik saja. Kegagalan menembus Liga Champions musim ini menyebabkan kerugian finansial yang signifikan. Situasi pelik ini mendorong Monaco untuk mempertimbangkan penjualan beberapa pemain kunci, termasuk Brunner, demi menyeimbangkan neraca klub. Sejatinya, Monaco lebih menginginkan opsi peminjaman Brunner hingga akhir musim 2026-2027, namun tekanan keuangan bisa mengubah rencana tersebut.
Paris Brunner sendiri bergabung dengan Monaco dari Borussia Dortmund pada tahun 2024. Dua tahun pertamanya di klub Ligue 1 itu diwarnai minimnya menit bermain. Namun, musim ini ia mencatatkan performa mengejutkan dengan torehan delapan gol dari sembilan penampilan di berbagai kompetisi. Angka tersebut tentu menarik perhatian, meskipun rekam jejaknya masih terbilang singkat.
Baca juga: Premier League Hampa Jiwa Italia Penuh Gairah
Sebelumnya, Folarin Balogun menjadi andalan utama di lini depan Monaco. Namun, posisinya kini tergerus setelah kepindahan ke Everton batal di detik-detik akhir bursa transfer musim panas. Hubungan Balogun dengan klub dikabarkan renggang setelah ia menolak tawaran The Toffees. Monaco kini berencana melepas penyerang asal Amerika Serikat itu di musim dingin, dan Brunner berisiko ikut dijual akibat masalah finansial yang mendera.
Meski penampilan cemerlang Brunner menarik minat Arsenal, peluang The Gunners untuk merekrut pemain muda ini terbilang tipis. Statistik Brunner menunjukkan ia masih membutuhkan banyak pengembangan. Rata-rata hanya sembilan operan per laga Ligue 1 dan memenangkan 30 persen duel adalah indikator bahwa kontribusi permainannya di luar gol masih terbatas. Ia memerlukan waktu untuk matang sebelum melangkah ke jenjang karier yang lebih tinggi.
Arsenal sendiri musim ini menghadapi hambatan performa dari beberapa pemain depannya, termasuk Kai Havertz yang baru saja menuai kritik setelah membuang sejumlah peluang emas saat melawan Fleetwood Town. Apabila memutuskan untuk mendatangkan penyerang baru, The Gunners diyakini lebih cenderung mengincar opsi pemain berlabel bintang seperti Julian Alvarez dari Atletico Madrid. Kemungkinan Meriam London merekrut penyerang belia yang belum teruji dalam durasi panjang dianggap sangat minim.






Tinggalkan komentar