Ekonesia – Otoritas Jasa Keuangan OJK menegaskan komitmennya terhadap reformasi pasar modal di Indonesia. Ancaman potensi penurunan status oleh penyedia indeks global MSCI tidak menggoyahkan langkah perbaikan yang telah digagas. Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menegaskan bahwa upaya pembenahan ini bukan respons terhadap tekanan eksternal melainkan inisiatif strategis yang sudah dimulai sejak Januari lalu sesuai arahan Presiden. Fokus utamanya adalah memperkuat integritas transparansi dan likuiditas pasar.
Baca juga: Maung Bandung Kunci Puncak Liga Penuh Drama
Dukungan penuh dari Kepala Negara menjadi pendorong utama bagi OJK untuk mewujudkan pasar modal Indonesia yang semakin kredibel likuid dan transparan. Harapannya pasar ini dapat menjadi pilihan investasi jangka panjang yang menarik bagi masyarakat luas.

Wanita yang akrab disapa Kiki ini juga mempertanyakan dasar argumen MSCI terkait potensi penurunan peringkat bursa Tanah Air dari kategori emerging market menjadi standalone. Menurutnya data menunjukkan performa Indonesia masih cukup baik jika dibandingkan dengan negara-negara yang masuk dalam daftar standalone. Ia mengakui mungkin ada beberapa aspek yang belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi terutama terkait penegakan hukum namun OJK telah menunjukkan ketegasannya dengan mengumumkan denda terbesar sepanjang sejarah pasar modal pada Jumat sebelumnya.
Baca juga: APBN Jebol? Sri Mulyani Minta "Dana Darurat" DPR!
Kini Indonesia menantikan putusan final dari lembaga indeks global tersebut. OJK memastikan akan terus berupaya keras agar bursa efek Indonesia tetap mempertahankan statusnya sebagai emerging market. Seluruh kementerian dan lembaga terkait didukung penuh oleh Presiden bersinergi untuk memastikan perbaikan terus berjalan demi menjaga posisi Indonesia di kancah pasar modal global.










Tinggalkan komentar