Ekonesia – Barcelona bersiap melanjutkan rentetan kemenangan impresif mereka saat menjamu Getafe dalam lanjutan Liga Spanyol musim 2026-2027. Pertandingan yang dijadwalkan pada Sabtu malam, 10 Oktober, pukul 23.30 WIB ini menjadi panggung bagi Blaugrana untuk mengukir kemenangan kesembilan secara beruntun di semua kompetisi. Pasukan Hansi Flick kini berada dalam performa puncak, berambisi memperkokoh posisi mereka di puncak klasemen LaLiga.
Baca juga: Harga Minyak Dunia Terancam Anjlok Apa Sebabnya?
Kiprah Barcelona di awal musim ini sungguh luar biasa. Mereka menyapu bersih tujuh laga liga domestik, mengoleksi 21 poin dan memimpin klasemen dengan nyaman. Tak hanya itu, produktivitas gol mereka mencapai angka fantastis 31 gol, berbanding hanya 7 kali kebobolan. Catatan ini menempatkan mereka unggul lima poin dari Atletico Madrid dan enam poin dari rival abadi Real Madrid. Momentum positif terus terjaga setelah jeda internasional, menyusul kemenangan 3-1 atas Sevilla. Sepanjang September, Blaugrana juga tampil perkasa dengan lima kemenangan, termasuk melibas Feyenoord 5-1 di Liga Champions. Jadwal padat menanti usai laga Getafe, termasuk lawatan ke Galatasaray, duel kontra Real Betis, hingga bentrok sengit melawan Paris Saint-Germain dan El Clasico di kandang sendiri.
Di sisi lain, Getafe datang ke Camp Nou dengan bekal yang kurang meyakinkan. Tim asuhan Jose Bordalas ini baru mengemas dua kemenangan, dua seri, dan tiga kekalahan dari tujuh pertandingan LaLiga, menempatkan mereka di posisi ke-11 dengan delapan poin. Problem utama Getafe terletak pada tumpulnya lini serang, hanya mencetak empat gol sepanjang musim. Meskipun demikian, mereka memiliki pertahanan yang cukup solid, dengan jumlah kebobolan yang sama dengan Barcelona, yakni tujuh gol. Kemenangan tipis 1-0 atas Malaga sebelum jeda internasional menjadi suntikan moral, namun dominasi Barcelona dalam rekor pertemuan sangat mencolok. Dari 46 laga, Blaugrana unggul telak dengan 32 kemenangan berbanding hanya empat kekalahan. Getafe belum pernah menaklukkan Barcelona sejak Oktober 2020, apalagi meraih kemenangan di kandang Barcelona. Musim lalu, Getafe bahkan takluk 0-3 di tangan raksasa Catalan ini.
Baca juga: HTI Biomassa Solusi Energi Masa Depan Indonesia
Sayangnya, Barcelona harus tampil tanpa beberapa pilar penting. Penyerang lincah Raphinha dipastikan absen setelah mengalami cedera paha saat membela timnas Brasil. Meski cederanya tidak serius, staf medis memilih untuk mengistirahatkan sang pemain di dua laga ke depan. Kondisi ini membuka peluang bagi Gabriel Jesus untuk mengisi pos ujung tombak. Selain Raphinha, Frenkie de Jong (lutut), Roony Bardghji (lutut), dan Andreas Christensen (paha) juga masih menepi. Kabar baiknya, Joan Garcia dan Eric Garcia diperkirakan sudah pulih dan siap diturunkan. Dari kubu Getafe, Juanmi (otot) dan Christantus Uche (lutut) tidak dapat bermain. Sementara itu, Abdel Abqar (otot) dan Kiko Femenia (hamstring) masih diragukan tampil. Mario Martin kembali memperkuat lini tengah Getafe setelah menjalani skorsing, dan Enes Unal yang sudah mencetak tiga gol musim ini diharapkan menjadi ancaman utama.
Melihat performa dan kedalaman skuad, Barcelona jelas diunggulkan untuk meraih kemenangan. Produktivitas gol yang tinggi dan solidnya lini pertahanan menjadi modal utama pasukan Hansi Flick. Getafe mungkin akan mencoba mengandalkan pertahanan rapat, namun minimnya daya gedor mereka akan menjadi tantangan besar untuk bisa membobol gawang Blaugrana. Absennya Raphinha memang mengurangi opsi serangan, namun Barcelona memiliki banyak talenta lain yang siap unjuk gigi. Prediksi skor akhir menunjukkan Barcelona akan mengamankan tiga poin penuh dengan skor meyakinkan 3-0, sekaligus memperpanjang rekor kemenangan beruntun mereka menjadi sembilan laga di semua kompetisi.




Tinggalkan komentar