Ekonesia – PT Sumber Mas Konstruksi Tbk SMKM mengambil langkah strategis dengan memperpanjang masa akuisisi dua perusahaan asal Singapura PanAsia Aquaculture Pte Ltd PAA dan LSO Organization Holdings Pte Ltd LOH. Keputusan ini bukan tanpa alasan kuat melainkan didorong oleh serangkaian perkembangan bisnis yang menjanjikan dan restrukturisasi internal yang kompleks. Perpanjangan tenggat waktu ini diharapkan dapat mengoptimalkan nilai akuisisi bagi SMKM dan seluruh pemegang sahamnya.
Baca juga: Data Migas-Tambang Dibongkar! Ada Apa?
Manajemen SMKM dalam keterangan resminya kepada Bursa Efek Indonesia BEI Rabu 7 Oktober 2026 menjelaskan bahwa kedua transaksi ini merupakan bagian tak terpisahkan dari perjanjian jual beli saham bersyarat CSPA. Setelah proses akuisisi rampung SMKM akan secara tidak langsung menguasai dan mengendalikan minimal 75 persen hingga maksimal 100 persen dari seluruh operasional bisnis grup PAA dan LOH.

Untuk PAA salah satu prasyarat utama adalah penataan ulang internal guna mengkonsolidasi kegiatan usaha PAA di bawah kepemilikan langsung maupun tidak langsung. Pada 1 Oktober 2026 PAA menginformasikan bahwa entitas-entitas yang akan direstrukturisasi sedang dalam proses audit dan penilaian oleh pihak independen. Hasil dari proses ini akan menjadi fondasi penyusunan studi kelayakan laporan pendapat kewajaran serta dokumen lain yang diperlukan untuk Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa RUPSLB yang jadwalnya akan diumumkan kemudian.
Baca juga: Sawit RI Lolos Eropa! IEU-CEPA Buka Peluang Baru?
PAA membeberkan bahwa mereka memerlukan waktu ekstra untuk menyelesaikan aspek administrasi kepatuhan dan keuangan. Hal ini dipicu oleh sejumlah ekspansi bisnis baru pada entitas yang direstrukturisasi. Ekspansi tersebut meliputi pembelian aset baru di Indonesia perencanaan pengembangan fasilitas pertanian dan akuakultur terpadu di Semenanjung Malaysia perluasan usaha tambak serta perdagangan udang di Malaysia Timur dan peluncuran proyek bisnis anyar di kawasan Pasifik. Seluruh inisiatif ini menuntut perhatian dan alokasi waktu manajemen yang signifikan.
SMKM telah mengkaji perkembangan ini dan menilai bahwa hal tersebut sangat menguntungkan bagi proses akuisisi PAA sekaligus memberikan dampak positif bagi perseroan dan para investornya. Setelah melalui pertimbangan matang SMKM menyetujui perpanjangan batas akhir atau long stop date yang tertuang dalam CSPA hingga 30 Juni 2027. Berdasarkan informasi dari PAA SMKM memprediksi pengambilalihan PAA dapat diselesaikan paling lambat 31 Maret 2027 asalkan tidak ada kendala tak terduga.
Sementara itu penyelesaian audit keuangan dan penilaian independen atas LOH juga menjadi prasyarat penting. SMKM memahami bahwa LOH dan entitas anak usahanya seperti Lim Shrimp Organization Limited LSO BVI Lim Shrimp Org Sdn Bhd LSOSB dan LSO Pacific Pte Ltd LSO Pacific berada pada tahapan berbeda dalam penyelesaian audit independen untuk tahun buku terkait. LOH LSOSB LSO Pacific dan LSO BVI telah merampungkan audit keuangan hingga tahun buku 2025 dan kini sedang menuntaskan audit hingga tanggal cut-off yang ditargetkan pada 2026 untuk keperluan akuisisi LOH. Proses penilaian independen atas LOH sendiri masih berlangsung.
Dalam laporan yang sama manajemen juga menguak adanya penambahan aset baru oleh PAA. Pada 18 Juni 2026 PAA telah sukses mengakuisisi Ark Abundance Pte Ltd AAPL. Selanjutnya pada 20 Juli 2026 AAPL merampungkan pembelian 75 persen dari seluruh modal saham biasa sebuah perusahaan penanaman modal asing PMA. PMA tersebut memiliki properti tambak udang seluas 68,07 hektare atau 680.700 meter persegi di Indonesia. PAA kini tengah mengkaji peningkatan dan pengembangan properti tersebut untuk kegiatan budidaya intensif demi memaksimalkan nilai asetnya. SMKM menyambut baik penambahan AAPL dan PMA ke dalam grup perusahaan PAA sebagai perkembangan yang sangat positif.










Tinggalkan komentar