Bintang Liverpool Jadi Musuh Ukraina Kok Bisa

El-Shinta

7 Oktober 2026

2
Min Read

Ekonesia – Dunia sepak bola kembali dihebohkan oleh insiden yang melampaui batas lapangan hijau. Bek andalan Liverpool, Milos Kerkez, secara mengejutkan masuk daftar ‘musuh Ukraina’ bersama sang ayah. Bagaimana mungkin sebuah perselisihan di pertandingan bisa berujung pada tudingan politik serius yang menyeret seorang atlet ke dalam pusaran konflik global?

Semua bermula dari laga panas Nations League antara Hungaria dan Ukraina di Budapest pada 25 September lalu. Saat itu, ketegangan memuncak ketika kapten Hungaria, Dominik Szoboszlai, terlibat adu mulut dengan pemain Ukraina, Victor Tsygankov. Kerkez, yang melihat rekannya bersitegang, spontan berlari dan menarik kerah Tsygankov, berusaha melerai atau mungkin membela kaptennya dalam momen emosional di lapangan.

Bintang Liverpool Jadi Musuh Ukraina Kok Bisa
Gambar Istimewa :

Namun, insiden tersebut tak berhenti di lapangan. Ayah Kerkez, Sebastijan, yang berdarah Serbia, dilaporkan mengunggah foto momen panas itu ke Instagram Story-nya. Unggahan tersebut disertai lagu "Russian Paradise" dari rapper AK-47. Banyak pihak menafsirkan tindakan ini sebagai dukungan atau referensi terhadap konflik yang sedang berlangsung di Ukraina, memicu gelombang kontroversi yang meluas.

Akibatnya, nama Milos Kerkez dan ayahnya tercantum dalam Myrotvorets, sebuah basis data daring yang mencantumkan individu-individu yang dianggap ‘musuh Ukraina’. Penting untuk dicatat, daftar ini bukan dikelola atau berafiliasi dengan pemerintah Ukraina, namun keberadaannya cukup memicu perhatian dan kekhawatiran. Bahkan, seorang anggota parlemen Hungaria, Balazs Hidveghi, juga masuk dalam daftar tersebut, menunjukkan bahwa masalah ini melampaui ranah olahraga.

Situasi ini kemudian menarik perhatian tingkat tinggi. Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Hungaria, Anita Orban, turun tangan mengecam keras stigmatisasi, daftar hitam, dan potensi ancaman yang diarahkan kepada Kerkez serta Hidveghi. Ia menegaskan telah berkoordinasi dengan perwakilan Ukraina, Federasi Sepak Bola Hungaria (MLSZ), dan kedutaan untuk mencari solusi. Orban menekankan bahwa olahraga seharusnya menjunjung tinggi performa, kebersamaan, dan rasa hormat, bukan menjadi arena konflik politik.

Menanggapi tudingan tersebut, Kerkez sendiri membantah keras adanya kebencian terhadap Ukraina. "Secara pribadi, saya tidak pernah mendukung dan tidak akan pernah mendukung agresi apa pun dalam hidup saya," ujarnya kepada media Hungaria, Telex. Ia menjelaskan bahwa tindakannya di lapangan semata-mata untuk membela kapten dan temannya, dan akan melakukan hal serupa terhadap lawan dari negara mana pun. Kerkez sendiri absen dalam laga balasan Hungaria melawan Ukraina karena sanksi larangan bermain, di mana Hungaria berhasil menang 2-1.

Peristiwa ini menjadi cerminan betapa sensitifnya iklim geopolitik di Eropa saat ini, di mana batas antara insiden olahraga dan isu politik bisa menjadi sangat tipis, menyeret atlet ke dalam pusaran konflik yang lebih besar dan tak terduga.

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post