Macron Berani Lawan Trump Demi Wilayah Ini

Agus Riyadi

21 September 2026

3
Min Read

Ekonesia – Presiden Prancis Emmanuel Macron melancarkan manuver politik yang mengejutkan, memanfaatkan momen Sidang Umum PBB 2026 untuk menegaskan kedaulatan wilayahnya di lepas pantai Kanada. Langkah ini dipandang sebagai respons tegas terhadap provokasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Sebelum tiba di New York untuk Sidang Umum PBB, Macron secara khusus menyambangi Saint Pierre dan Miquelon, gugusan pulau milik Prancis di dekat Kanada. Di sana, ia mengadakan pertemuan penting dengan Perdana Menteri Kanada Mark Carney pada Minggu waktu setempat. Kunjungan ini, yang pertama dilakukan presiden Prancis sejak 2014, terjadi di tengah upaya Kanada untuk mempererat hubungan dengan Uni Eropa, terutama saat perang dagang dengan Amerika Serikat kian memanas.

Macron Berani Lawan Trump Demi Wilayah Ini
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Kedatangan Macron di wilayah Atlantik Kanada ini berlangsung hanya beberapa hari setelah Presiden Trump menyebarkan peta kontroversial yang menampilkan pulau-pulau tersebut seolah-olah menjadi bagian dari Amerika Serikat. Saint Pierre dan Miquelon adalah satu-satunya sisa wilayah Prancis di Amerika Utara. Para pejabat Prancis menegaskan bahwa kunjungan Macron bertujuan untuk menggarisbawahi kedaulatan Prancis dan menyoroti kedekatan hubungan dengan Kanada.

"Tidak ada keraguan sedikit pun bahwa ini adalah wilayah Prancis," ujar Macron setibanya di pulau berpenduduk 5.800 jiwa itu pada Sabtu malam. Menanggapi pertanyaan tentang peta Trump, ia menambahkan, "Kami tidak perlu menegaskannya setiap hari hanya karena ada orang-orang yang memiliki ide aneh atau mengatakan hal-hal ganjil."

Para diplomat menilai kunjungan Macron, yang sedang dalam perjalanan menuju Sidang Umum PBB, memiliki makna simbolis yang kuat menyusul unggahan Trump di media sosial. Peta yang dibagikan Trump menunjukkan bendera AS membentang di atas Amerika Serikat, Kanada, Greenland, Islandia, Meksiko, Amerika Tengah, dan Karibia, semuanya dilabeli "Amerika Serikat." Peta itu juga mencakup Saint Pierre dan Miquelon serta wilayah Karibia Prancis. Prancis sendiri tidak memberikan tanggapan resmi atas unggahan tersebut pada saat itu.

Bagi Prancis, Saint Pierre dan Miquelon memiliki nilai strategis krusial karena lokasinya yang berdekatan dengan perbatasan AS dan wilayah Arktik. Seorang pejabat kepresidenan Prancis menjelaskan bahwa wilayah ini juga memegang posisi kunci dalam kerja sama Prancis dengan Kanada, termasuk di sektor energi, yang menjadi salah satu fokus utama pertemuan antara Macron dan Carney.

Macron, yang pemerintahannya menghadapi tekanan domestik terkait kenaikan harga bahan bakar, menyatakan keinginannya agar Kanada memperluas ekspor gas alam cair (LNG) ke Eropa, bukan hanya ke Asia. Kedua pemimpin juga membahas masa depan hubungan Kanada dengan Uni Eropa, setelah blok tersebut membuka peluang bagi Ottawa untuk menjadi anggota asosiasi pertamanya. Namun, langkah menuju integrasi yang lebih dalam kemungkinan akan menghadapi sejumlah tantangan, mengingat beberapa negara anggota Uni Eropa, termasuk Prancis, belum meratifikasi Perjanjian Ekonomi dan Perdagangan Komprehensif (CETA) yang disepakati lebih dari satu dekade lalu.

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post