Ekonesia – Atletico Madrid akhirnya mengukuhkan kedatangan gelandang bertahan tangguh, Morten Hjulmand, dari Sporting CP. Pemain internasional Denmark berusia 27 tahun ini resmi menjadi bagian dari skuad Los Rojiblancos dengan ikatan kontrak jangka panjang hingga 30 Juni 2031, setelah serangkaian tes medis yang sukses. Kedatangan Hjulmand disebut-sebut menelan biaya transfer fantastis, mencapai 40 juta euro atau setara dengan sekitar Rp756 miliar, menjadikannya salah satu investasi krusial Diego Simeone untuk memperkuat sektor tengah timnya menjelang musim kompetisi yang baru.
Baca juga: Tambak Ikan Karawang Disulap Jadi Lebih Produktif?
Perekrutan Hjulmand bukan tanpa alasan. Rekam jejaknya sebagai kapten di dua klub sebelumnya, Lecce dan Sporting CP, menjadi bukti nyata kualitas kepemimpinan dan karakternya yang kuat. Atribut ini sangat selaras dengan filosofi kepelatihan Diego Simeone yang mengedepankan disiplin, etos kerja keras, dan agresivitas di lapangan. Jika sanggup beradaptasi dengan cepat di kancah La Liga yang kompetitif, transfer ini berpotensi besar menjadi salah satu langkah paling strategis Atletico pada bursa transfer musim panas ini.

Manajemen Atletico memang telah lama memburu sosok gelandang bertahan baru untuk mengisi kekosongan di lini tengah. Sebelum menjatuhkan pilihan pada Hjulmand, beberapa nama sempat dipertimbangkan, termasuk Joao Gomes dari Wolverhampton Wanderers. Namun, karakter dan kemampuan Hjulmand yang dinilai paling cocok dengan kebutuhan tim asuhan Simeone menjadi penentu akhir. Dalam rilis resminya, Atletico Madrid memuji Hjulmand sebagai pemain dengan kekuatan fisik prima, kemampuan merebut bola yang luar biasa, serta kecerdasan dalam membaca alur permainan. Keunggulan ini juga memungkinkannya unggul dalam mengantisipasi berbagai situasi di lapangan dan mendistribusikan bola dengan akurat.
Baca juga: Geger Raja Palsu Bikin Soekarno Kena Tipu
Perjalanan karier Hjulmand dimulai dari akademi FC Copenhagen, sebelum meniti debut profesional di Admira Wacker, Austria. Namanya mulai mencuat saat membela Lecce pada tahun 2021, di mana ia sukses membawa klub tersebut promosi ke Serie A dan bahkan mencetak sejarah sebagai kapten termuda Lecce di usia 23 tahun. Di Serie A, ia juga tercatat sebagai kapten termuda kedua sepanjang sejarah liga, hanya kalah dari legenda Francesco Totti. Petualangan berikutnya membawanya ke Sporting CP, di mana ia tampil dalam 141 pertandingan, kembali dipercaya mengenakan ban kapten, dan turut menyumbangkan dua gelar Liga Portugal serta satu Piala Portugal. Di level internasional, Hjulmand telah mengoleksi 27 penampilan sejak debutnya bersama timnas Denmark pada September 2023.
Kehadirannya di Wanda Metropolitano dipastikan akan menambah sengit persaingan di jantung lini tengah Atletico, bersanding dengan nama-nama seperti Koke, Pablo Barrios, dan Johnny Cardoso. Setelah merampungkan seluruh proses kepindahannya, Hjulmand tidak membuang waktu. Ia langsung mengunjungi fasilitas latihan klub dan dijadwalkan segera bergabung dengan rekan-rekan barunya dalam sesi persiapan pramusim. Atletico berharap pengalaman luas Hjulmand bermain di berbagai liga seperti Denmark, Austria, Italia, dan Portugal dapat mempercepat proses adaptasinya di La Liga, sekaligus memberikan suntikan kekuatan signifikan bagi skuad Diego Simeone dalam menghadapi tantangan kompetisi domestik maupun Eropa.




Tinggalkan komentar