Ekonesia – Kabar mengejutkan datang dari Camp Nou. Barcelona dikabarkan belum menyerah dalam perburuan Julian Alvarez, penyerang tajam milik Atletico Madrid. Setelah sempat meredup, manuver transfer Blaugrana kini justru semakin intens, dengan strategi yang lebih matang dan tawaran fantastis yang siap dilayangkan usai gelaran Piala Dunia.
Baca juga: Bali Optimis! Menara Ikonik Ini Hasilkan Cuan di 2026?
Manajemen klub Catalan sengaja menunda langkah besar mereka hingga turnamen akbar sepak bola dunia itu berakhir. Rencananya, setelah peluit panjang final Piala Dunia berbunyi, Barcelona akan mengajukan proposal baru yang diyakini menjadi penawaran paling serius untuk memboyong striker Argentina tersebut ke markas mereka.

Menurut laporan eksklusif dari SPORT, Barcelona siap menggelontorkan dana sekitar 130 juta euro, atau setara dengan Rp2,47 triliun. Angka ini disebut-sebut sebagai batas maksimal yang sanggup dikeluarkan klub, sebuah investasi besar yang dianggap sepadan dengan kualitas mumpuni Alvarez sekaligus diharapkan mampu memenuhi ekspektasi finansial Atletico Madrid. Klub raksasa Spanyol itu juga menegaskan tidak akan menaikkan tawaran hingga 150 juta euro, nominal yang sempat diajukan Real Madrid untuk Alvarez bulan lalu. Sikap Barcelona jelas: mereka menunggu keputusan final dari Atletico Madrid, apakah proposal ini akan diterima atau ditolak.
Baca juga: Rupiah Bangkit Kejutan di Pasar Dolar AS
Drama negosiasi semakin memanas setelah Barcelona disebut kecewa dengan direktur olahraga Atletico Madrid, Mateu Alemany. Informasi yang beredar menyebutkan bahwa tawaran awal Barcelona tidak langsung disampaikan Alemany kepada Presiden Atletico Madrid Enrique Cerezo maupun CEO Miguel Angel Gil Marin. Situasi ini memicu ketidakpuasan di kubu Barcelona terkait alur komunikasi.
Oleh karena itu, Presiden Barcelona Joan Laporta mengambil alih kendali negosiasi secara langsung. Ia kini membangun jembatan komunikasi pribadi dengan Enrique Cerezo demi kelancaran pembahasan transfer. Kedua presiden dikabarkan telah sepakat untuk menjaga dialog mengenai potensi kepindahan Alvarez, meskipun Atletico Madrid secara publik masih mempertahankan sikap tegas mereka untuk tidak melepas sang bintang.
Penundaan negosiasi hingga setelah Piala Dunia ternyata bukan tanpa alasan. Ini adalah bagian dari strategi cerdik Barcelona. Klub meyakini bahwa Atletico Madrid tidak akan rela melepas salah satu pemain terbaiknya tanpa mendapatkan pengganti dengan kualitas sepadan. Oleh karena itu, Barcelona sengaja memberikan waktu kepada Los Rojiblancos untuk bergerak aktif di bursa transfer mencari suksesor. Laporta bahkan sempat memberikan isyarat mengenai pendekatan strategis ini dalam beberapa pernyataan publiknya.
Barcelona tetap optimistis. Keyakinan mereka semakin kuat karena merasa Alvarez memang memiliki keinginan kuat untuk bergabung dengan proyek ambisius yang sedang dibangun di bawah arahan pelatih Hansi Flick. Optimisme ini membuat Blaugrana percaya, jika sang penyerang memutuskan untuk meninggalkan Atletico Madrid pada musim panas ini, Camp Nou akan menjadi destinasi utamanya.




Tinggalkan komentar