Dua Sahabat Jadi Musuh Perebutan Semifinal

El-Shinta

10 Juli 2026

3
Min Read

Ekonesia – Pertarungan sengit di perempat final Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Norwegia bukan sekadar adu strategi dua tim raksasa. Laga yang akan berlangsung di Miami pada Minggu pagi WIB ini menyimpan kisah emosional: duel antara dua mantan rekan setim yang kini harus saling jegal demi tiket semifinal. Jude Bellingham dan Erling Haaland, yang dulu bahu-membahu di Borussia Dortmund, kini berdiri di sisi berlawanan, siap mengorbankan persahabatan demi kejayaan negara.

Ikatan kuat antara Bellingham dan Haaland terjalin saat keduanya membela panji Borussia Dortmund. Bellingham tiba di Signal Iduna Park pada 2020, bergabung dengan Haaland yang sudah lebih dulu menjadi predator gol utama klub. Keduanya segera membentuk kemitraan yang harmonis. Bellingham, sebagai pengatur irama di lini tengah, menjadi pemasok bola ulung bagi Haaland yang haus gol. Statistik mencatat, mereka berbagi lapangan dalam 46 pertandingan Bundesliga, menghabiskan total 3.150 menit bersama, dengan Bellingham menyumbang lima assist krusial untuk gol-gol Haaland. Kedekatan mereka tak hanya di lapangan; di luar arena, ikatan persahabatan mereka begitu erat hingga dijuluki "bromance" oleh para penggemar setia Dortmund.

Dua Sahabat Jadi Musuh Perebutan Semifinal
Gambar Istimewa : gilabola.com

Meski kebersamaan mereka di Dortmund hanya berlangsung dua musim, hubungan akrab itu tak luntur. Setelah Haaland hijrah ke Manchester City pada 2022 dan Bellingham menyusul ke Real Madrid setahun kemudian, keduanya masih sering terlihat berbincang hangat usai laga Liga Champions. Bahkan, pada 2024, sempat beredar kabar bahwa Bellingham berupaya keras membujuk Haaland untuk bergabung dengannya di Santiago Bernabeu. Ia disebut-sebut menceritakan pengalaman luar biasa bermain di stadion yang telah direnovasi, fasilitas latihan mewah, profesionalisme klub, hingga bimbingan dari pelatih sekaliber Carlo Ancelotti. Namun, Haaland memilih setia, menandatangani kontrak baru berdurasi sembilan setengah tahun dengan Manchester City pada Januari 2025, yang mengikatnya hingga 2034.

Kini, takdir mempertemukan mereka sebagai rival di panggung terbesar sepak bola. Erling Haaland datang dengan performa puncaknya, menjelma menjadi salah satu penyerang paling mematikan di Piala Dunia 2026. Ia telah mengoleksi tujuh gol sepanjang turnamen, termasuk dua gol penentu saat Norwegia menyingkirkan Brasil di babak 16 besar dan gol kemenangan atas Pantai Gading di babak 32 besar. Dengan catatan 62 gol dari 54 penampilan internasional senior, termasuk hanya enam dari titik penalti, Haaland menjadi ancaman nyata bagi pertahanan Inggris dan pesaing serius untuk gelar Sepatu Emas.

Di kubu Inggris, Jude Bellingham juga tak kalah cemerlang. Gelandang energik ini menunjukkan kelasnya dengan mencetak dua gol hanya dalam dua menit, memastikan kemenangan 3-2 The Three Lions atas Meksiko dan mengamankan tempat di perempat final. Kepercayaan diri tinggi menyelimuti Bellingham, yang perannya sebagai motor serangan dan penggerak tim semakin vital.

Laga di Miami ini dipastikan akan menjadi tontonan yang mendebarkan. Norwegia berambisi mengukir sejarah dengan mencapai semifinal Piala Dunia untuk pertama kalinya, sementara tim asuhan Thomas Tuchel bertekad membawa Inggris kembali ke empat besar sejak edisi 2018. Pertemuan antara Haaland dan Bellingham bukan hanya tentang taktik, melainkan juga tentang siapa yang mampu mengatasi tekanan dan membawa timnya melangkah lebih jauh, sebelum persahabatan mereka dapat kembali terjalin setelah peluit panjang dibunyikan.

Dapatkan berita sepak bola dengan ulasan mendalam dan kabar terbaru hanya di ekonosia.com.

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post