Ekonesia – Tottenham Hotspur, klub raksasa dari London Utara, dilaporkan tengah gencar mencari amunisi baru di bursa transfer musim panas ini. Salah satu nama yang santer dikaitkan adalah penyerang Liverpool, Cody Gakpo. Namun, ambisi Spurs untuk memboyong bintang Belanda itu tampaknya harus terganjal harga fantastis yang dipatok oleh kubu Anfield.
Baca juga: UMKM Aman? Jurus Menteri Hadapi Perang Iran-Israel!
Liverpool dengan tegas menyatakan tidak berniat melepas Gakpo, kecuali ada klub yang berani menggelontorkan dana sekitar 70 juta poundsterling, atau setara dengan Rp1,54 triliun. Angka ini menjadi tembok besar bagi setiap peminat, termasuk Tottenham.

Jurnalis transfer terkemuka, Ben Jacobs, mengonfirmasi bahwa Liverpool menutup rapat semua peluang hengkangnya Gakpo pada jendela transfer kali ini. Jacobs juga menambahkan bahwa hingga kini, sang pemain sendiri belum pernah mengutarakan keinginan untuk meninggalkan Merseyside. "Cody Gakpo memang masuk daftar incaran Tottenham. Namun, Liverpool tidak punya niat nyata untuk menjualnya. Jika ada yang ingin bernegosiasi, mereka akan merujuk pada angka 70 juta poundsterling. Sampai hari ini, pemain juga belum meminta untuk pergi," ungkap Jacobs.
Baca juga: VW Gebrak IAA 2025 Mobil Listrik Murah Meriah
Situasi Liverpool memang tidak ideal untuk melepas Gakpo. Mereka sudah kehilangan Mohamed Salah dan gagal mengamankan Yan Diomande yang memilih berlabuh ke Paris Saint-Germain. Meski telah mendatangkan Victor Munoz dari Osasuna dengan nilai transfer sekitar Rp757 miliar, The Reds masih membutuhkan tambahan kekuatan di sektor sayap. Kondisi ini menjadikan Gakpo sebagai salah satu pilar yang wajib dipertahankan. Jika Tottenham benar-benar mengajukan tawaran resmi, Liverpool hanya akan membuka pintu negosiasi apabila nilai transfernya menyentuh angka Rp1,54 triliun. Jika tidak, Gakpo dipastikan akan tetap berseragam merah.
Perjalanan Gakpo bersama Liverpool musim lalu memang tidak sepenuhnya mulus, ia mencatatkan tujuh gol dan lima assist dari 36 penampilan di Liga Inggris. Namun, performanya bersama Timnas Belanda di ajang Piala Dunia terakhir justru menunjukkan peningkatan signifikan, dengan torehan empat gol sebelum Belanda tersingkir melalui adu penalti dari Maroko di babak 32 besar.
Alasan lain Liverpool enggan melepas Gakpo adalah karena mereka masih berupaya keras memburu Bradley Barcola dari Paris Saint-Germain sebagai kandidat pengganti Salah. PSG memang terus-menerus menyatakan Barcola tidak dijual. Akan tetapi, komentar sang pemain mengenai masa depannya telah mengubah dinamika situasi.
Pakar transfer Fabrizio Romano mengungkapkan bahwa pembicaraan kontrak baru antara Barcola dan PSG telah mengalami kebuntuan selama kurang lebih 10 bulan terakhir. Romano menilai, jawaban Barcola yang tidak memberikan kepastian bertahan menjadi sinyal kuat bahwa peluang transfer masih terbuka lebar. Ben Jacobs juga menyebut masa depan Barcola akan sangat bergantung pada aktivitas PSG di bursa transfer. Jika klub Prancis itu berhasil mendatangkan satu atau dua pemain sayap baru, kemungkinan Barcola hengkang bisa semakin besar.
Liverpool kini memilih untuk memusatkan perhatian pada upaya merekrut Barcola. Selama proses perburuan ini belum menemui titik terang, mereka tidak ingin kehilangan Gakpo yang masih memegang peran penting dalam skuad. Melepas Gakpo sebelum mendapatkan pengganti akan memperbesar risiko ketimpangan di lini serang. Memasang harga tinggi juga menjadi strategi cerdas untuk meredam minat klub lain sekaligus memberi waktu bagi Liverpool menyelesaikan perburuan Bradley Barcola. Dapatkan berita dengan ulasan mendalam, serta kabar terbaru hanya di ekonosia.com.



Tinggalkan komentar