Ekonesia – Jerman berhasil mengamankan tiket ke babak 32 besar Piala Dunia setelah melalui laga penuh drama melawan Pantai Gading. Sempat tertinggal, Die Mannschaft bangkit dan membalikkan keadaan menjadi 2-1 berkat dua gol krusial dari Deniz Undav yang masuk dari bangku cadangan. Kemenangan di Toronto ini menandai kembalinya Jerman ke fase gugur turnamen besar setelah dua edisi sebelumnya tersingkir di babak grup.
Baca juga: QRIS Meledak Pengguna Sentuh Angka Fantastis
Pantai Gading tampil menekan sejak awal dan berhasil unggul lebih dulu. Pada menit ke-30, Yan Diomande menerobos pertahanan kiri Jerman, mengirim umpan silang yang sempat diblok Nathaniel Brown, namun bola liar langsung disambar Franck Kessie untuk membawa wakil Afrika Barat memimpin 1-0. Jerman berusaha merespons, bahkan sempat mencetak gol melalui Kai Havertz yang kemudian dianulir karena pelanggaran.

Kebuntuan yang melanda Jerman membuat pelatih Julian Nagelsmann mengambil keputusan berani. Sekitar menit ke-60, ia melakukan tiga pergantian pemain sekaligus. Langkah strategis ini terbukti menjadi titik balik. Undav, yang baru masuk lapangan, langsung menyamakan kedudukan lewat tendangan voli jarak dekat setelah menerima umpan silang akurat dari Nadiem Amiri, sesama pemain pengganti.
Baca juga: Bekasi Jaga Investor? Berantas Preman!
Saat pertandingan tampak akan berakhir imbang, momen penentu datang di masa injury time. Felix Nmecha mengirim umpan matang ke area berbahaya, yang berhasil dikontrol Undav. Penyerang Stuttgart itu kemudian berbalik badan dan melepaskan tembakan tak terhentikan, memastikan kemenangan 2-1 bagi Jerman dan memicu selebrasi meriah di lapangan.
Performa gemilang Undav di panggung Piala Dunia kembali menyoroti perjalanan kariernya yang inspiratif. Ia baru menjadi pesepak bola profesional pada usia 23 tahun. Setelah dilepas akademi Werder Bremen pada 2012, Undav sempat berkelana di klub-klub divisi bawah Jerman seperti TSV Havelse, Eintracht Braunschweig II, hingga Meppen. Titik baliknya datang di Union SG, Belgia, di mana ia mencetak 27 gol semusim dan membantu tim promosi. Brighton kemudian merekrutnya sebelum ia bersinar di Stuttgart dan akhirnya menembus tim nasional Jerman.
Meskipun kalah, Pantai Gading menunjukkan potensi besar. Yan Diomande, pemain berusia 19 tahun, tampil memukau dan beberapa kali merepotkan kapten Jerman Joshua Kimmich, serta menjadi arsitek gol pembuka timnya. Mereka nyaris mencuri poin berharga sebelum gol Undav di menit akhir memupus harapan. Peluang Pantai Gading untuk lolos masih terbuka lebar di laga terakhir grup melawan Curacao.
Bagi Jerman, kemenangan dramatis ini meningkatkan kepercayaan diri menjelang laga grup berikutnya melawan Ekuador. Mereka memang belum mencapai performa puncak, namun kembali menunjukkan karakter kuat untuk menemukan jalan keluar di bawah tekanan.
Ekonesia – Analisis mendalam menunjukkan bahwa Jerman belum sepenuhnya tampil sebagai kandidat juara yang dominan. Pantai Gading bahkan berhasil membuat mereka kesulitan sepanjang sebagian besar pertandingan. Namun, satu aspek yang menonjol dan berbeda dari dua turnamen besar sebelumnya adalah mental bertanding. Ketika strategi awal tidak berjalan, Jerman mampu bertahan dan menemukan solusi efektif dari bangku cadangan. Keputusan brilian Julian Nagelsmann dan efektivitas Deniz Undav menjadi faktor pembeda utama. Jika karakter ini terus terpelihara, Jerman layak diperhitungkan lebih jauh dari sekadar lolos fase grup. Dapatkan berita terkini dengan ulasan mendalam, serta kabar terbaru dari dunia sepak bola hanya di Ekonesia.com.


Tinggalkan komentar