Duel Saudara Sedarah Guncang Piala Dunia

El-Shinta

20 Juni 2026

3
Min Read

Ekonesia – Panggung akbar Piala Dunia 2026 tak hanya menyajikan pertarungan antarnegara atau adu taktik pelatih. Di balik gemerlap sorotan, tersimpan kisah-kisah pribadi yang tak kalah dramatis: jalinan persaudaraan yang diuji di atas lapangan hijau, bahkan berpotensi saling berhadapan sebagai lawan. Ini bukan sekadar laga biasa, melainkan pertaruhan emosi dan kebanggaan keluarga di pentas sepak bola terakbar sejagat.

Sorotan utama tertuju pada kakak-adik Doué, Désiré dan Guéla, yang memiliki darah Prancis dan Pantai Gading. Désiré, gelandang muda berusia 21 tahun, kini menjadi bagian dari skuad Prancis dan memperkuat raksasa Paris Saint-Germain. Sementara itu, sang kakak, Guéla (23 tahun), memilih membela tim nasional Pantai Gading dan bermain untuk Strasbourg. Meski berbeda pilihan negara, keduanya dikenal sangat dekat. "Dia adalah dukungan besar dalam hidup saya sehari-hari," ungkap Désiré tentang kakaknya, sementara Guéla menambahkan, "Kami tidak punya rahasia. Kami saling cerita semuanya."

Duel Saudara Sedarah Guncang Piala Dunia
Gambar Istimewa : gilabola.com

Namun, kedekatan itu bisa saja berubah menjadi rivalitas sengit. Jika Prancis lolos sebagai runner-up Grup I dan Pantai Gading juga menempati posisi kedua di Grup E, takdir bisa mempertemukan mereka di babak 32 besar. Laga emosional ini diprediksi akan berlangsung di Arlington Texas pada dini hari 1 Juli. Momen unik sebelumnya terjadi dalam laga uji coba 4 Juni, di mana Pantai Gading berhasil mengalahkan Prancis 2-1. Saat itu Guéla dengan bangga menyanyikan kedua lagu kebangsaan, sementara Désiré harus puas duduk di bangku cadangan. Pertemuan mereka di Piala Dunia akan menjadi kejadian langka, mengingatkan pada duel kakak-beradik Jerome dan Kevin-Prince Boateng pada edisi 2010 dan 2014.

Kisah serupa juga datang dari keluarga Williams. Nico Williams menjadi andalan timnas Spanyol, sementara kakaknya Inaki Williams justru memilih memperkuat Ghana. Kedua penyerang ini lahir di wilayah Basque dan bahkan sempat bahu-membahu di klub Athletic Bilbao. Dari belahan dunia lain, ada keluarga Souttar. Harry Souttar menjadi pilar pertahanan Australia, bahkan sempat menyandang ban kapten di laga pembuka, sementara kakaknya John Souttar membela tim nasional Skotlandia.

Tak hanya rivalitas, Piala Dunia juga menyuguhkan momen kebersamaan antar saudara. Keluarga Duarte dari Cape Verde menjadi contoh nyata. Laros Duarte dan Deroy Duarte sempat bermain bersama saat menghadapi Spanyol pada 18 Juni, bahkan saling menggantikan di tengah laga. "Orang tua kami menangis. Ini perasaan yang sulit dijelaskan," tutur Laros, menggambarkan betapa emosionalnya momen tersebut.

Di timnas Curacao, negara yang disebut terkecil di turnamen ini, dua bersaudara Leandro Bacuna dan Juninho Bacuna tampil kompak saat menghadapi Jerman pada 15 Juni dini hari. Prancis sendiri memiliki duet kakak-beradik di lini pertahanan mereka, Lucas Hernandez dan Theo Hernandez. Pelatih Didier Deschamps bahkan pernah menurunkan keduanya secara bersamaan pada tahun 2021, menegaskan bahwa ikatan keluarga tidak mengurangi profesionalisme mereka di lapangan, justru menambah dinamika unik dalam skuad Les Bleus.

Kisah-kisah persaudaraan ini menambah bumbu drama dan emosi dalam gelaran Piala Dunia, membuktikan bahwa sepak bola tak hanya tentang skor, tetapi juga tentang ikatan kemanusiaan yang mendalam.

Dapatkan ulasan mendalam dan kabar terkini dari dunia sepak bola hanya di ekonosia.com.

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post