Ekonesia – Suasana tegang menyelimuti kubu Paris Saint-Germain menjelang laga puncak Liga Champions kontra Arsenal di Puskas Arena Budapest. Ambisi besar Les Parisiens untuk merengkuh trofi paling bergengsi Eropa terancam goyah menyusul kabar kurang menyenangkan mengenai kondisi dua pilar utama mereka. Sementara itu, sang lawan, Arsenal, datang dengan kepercayaan diri penuh.
Baca juga: Ellison Salip Bezos! Raja E-Commerce Lengser?
Kekhawatiran terbesar tertuju pada Achraf Hakimi. Bek kanan andalan asal Maroko itu masih berjuang memulihkan diri dari cedera paha yang membekapnya hampir sebulan terakhir. Penampilan terakhir Hakimi tercatat saat PSG berhadapan dengan Bayern Munich di leg pertama semifinal Liga Champions. Sejak momen itu, ia absen dari lapangan hijau dan belum kembali berlatih penuh bersama skuad asuhan Luis Enrique.

Kabar terbaru mengindikasikan Hakimi baru bisa bergabung dalam sesi latihan penuh pada Rabu waktu setempat, menyisakan waktu yang sangat sempit bagi PSG untuk memastikan kesiapannya menghadapi The Gunners. Ini tentu bukan skenario yang diharapkan. Hakimi merupakan salah satu motor serangan PSG dengan kecepatan dan kontribusinya di sisi kanan lapangan. Absennya atau kondisi yang tidak prima darinya bisa menjadi celah yang dimanfaatkan Arsenal. Absennya Hakimi dalam laga internal baru-baru ini semakin memperkeruh suasana.
Baca juga: Harga Emas Pegadaian Kompak Turun Hari Ini Kok Bisa
Selain Hakimi, nama Ousmane Dembele juga masuk dalam daftar pantauan medis. Winger lincah ini sempat ditarik keluar saat PSG takluk dari Paris FC. Namun, laporan mengenai Dembele cenderung lebih optimis, dengan peluangnya untuk tampil di final masih terbuka lebar. Sesi latihan pada Selasa waktu setempat diharapkan dapat memberikan kejelasan lebih lanjut mengenai kondisi fisik pemain Prancis tersebut. Kehadiran Dembele sangat krusial bagi PSG, mengingat kecepatan dan kemampuan dribelnya mampu menciptakan ancaman serius bagi pertahanan Arsenal yang dikenal solid dan agresif.
Sementara itu, Arsenal datang ke Budapest dengan semangat membara. Mereka baru saja mengakhiri puasa gelar Premier League selama 22 tahun, sebuah pencapaian yang mendongkrak moral tim secara signifikan. Pertarungan di final diprediksi akan berlangsung sengit, di mana setiap detail kecil bisa menjadi penentu. Kondisi fisik pemain yang tidak seratus persen fit berpotensi besar menjadi faktor pembeda dalam pertandingan sebesar ini.
Meskipun PSG memiliki kedalaman skuad dan kualitas individu yang mumpuni di setiap lini, final Liga Champions seringkali bukan hanya tentang bakat semata. Momentum, strategi, dan terutama kebugaran fisik, memainkan peran yang tak kalah penting. Situasi cedera ini tentu menjadi dilema besar bagi pelatih Luis Enrique. Apalagi dengan Arsenal yang sedang dalam performa puncak dan kepercayaan diri tinggi. Jika Hakimi tidak dapat bermain maksimal, sisi kanan pertahanan PSG bisa menjadi area paling rentan yang akan dieksploitasi oleh The Gunners. Pertandingan final ini dipastikan akan menjadi ujian berat bagi kedalaman skuad dan mentalitas juara PSG.



Tinggalkan komentar