Ekonesia – Manajer Crystal Palace Oliver Glasner angkat bicara mengenai gol kontroversial yang dicetak anak asuhnya, Daniel Munoz, saat bertandang ke markas Liverpool. Dalam pertandingan sengit yang berakhir 3-1 untuk kemenangan The Reds, gol Munoz pada menit ke-71 memicu perdebatan sengit dan menyulut amarah suporter tuan rumah di Anfield.
Baca juga: Gaji Rp1.000? Kasus Mengejutkan di Karanganyar!
Insiden tersebut terjadi ketika penjaga gawang Crystal Palace, Freddie Woodman, masih tergeletak di lapangan akibat cedera. Bola kemudian masuk ke gawang Liverpool, memicu protes keras dari para pemain dan staf The Reds yang merasa gol tersebut seharusnya tidak disahkan. Namun, Glasner dengan tegas membela keputusan wasit yang tetap mengesahkan gol tersebut.

Menurut Glasner, seorang wasit hanya wajib menghentikan pertandingan jika cedera yang dialami pemain dinilai sangat serius. Ia berpendapat bahwa kondisi Woodman saat itu masih memungkinkan permainan untuk terus berlanjut. Menghentikan laga setiap kali ada insiden kontak fisik, terutama dalam situasi bola mati di mana kiper sering terlibat benturan, bisa menciptakan preseden buruk bagi masa depan sepak bola. Jika setiap kali kiper terjatuh permainan harus dihentikan, maka fase permainan berikutnya tidak akan pernah terjadi.
Baca juga: Juventus Pantang Menyerah! Goda Araujo dengan Tawaran Menggiurkan
Glasner mengakui bahwa keputusan tersebut mungkin tidak sepenuhnya jelas bagi semua pihak, namun ia meyakini bahwa itu adalah keputusan yang paling tepat berdasarkan aturan yang berlaku.
Munoz sendiri menuai kecaman dari para penggemar tuan rumah yang menuduhnya kurang sportif. Namun, Glasner pasang badan membela pemainnya. Ia menguraikan kronologi kejadian, menjelaskan bahwa bola sempat tertahan kaki kiper sebelum akhirnya jatuh ke jalur Munoz. Pada saat bersamaan, Woodman berusaha bangkit, dan Munoz langsung memanfaatkan peluang tersebut untuk mencetak gol. Glasner menambahkan bahwa Woodman memang sempat mengangkat tangan, namun insiden tersebut berlangsung nyaris bersamaan dengan terciptanya gol, membuatnya sulit dihindari.
Meskipun yakin keputusan wasit sudah benar, Glasner sempat mempertimbangkan untuk membiarkan Liverpool mencetak gol balasan sebagai bentuk sportivitas. Namun, ia menegaskan bahwa tindakan tersebut hanya akan dilakukan jika cedera Woodman cukup parah hingga harus ditarik keluar lapangan. Dalam situasi tersebut, Glasner menilai rasa sakit yang dialami penjaga gawang masih dalam batas normal, seperti yang kerap dialami kiper saat menerima benturan dari jarak dekat. Ia pun menutup pernyataannya dengan keyakinan penuh terhadap validitas gol Munoz.



Tinggalkan komentar