BI Pastikan Uang Primer Melejit Dobel Digit

Agus Riyadi

23 April 2026

2
Min Read

Ekonesia – Bank Indonesia (BI) kembali menegaskan komitmen kuatnya untuk menjaga denyut nadi perekonomian nasional melalui pertumbuhan uang primer yang stabil dan signifikan. Gubernur BI Perry Warjiyo secara lugas menyampaikan janji untuk terus mendorong basis moneter atau M0 agar tetap berada di level dua digit, bahkan melampaui 10-12% pada periode mendatang. Pernyataan ini disampaikan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI yang berlangsung pada Rabu, 22 April 2026.

Perry Warjiyo menekankan bahwa kebijakan moneter yang diterapkan akan berfokus pada upaya menggenjot pertumbuhan M0 di atas ambang batas 10% dan menargetkan angka di atas 12%. Ini merupakan langkah strategis untuk memastikan ketersediaan likuiditas yang cukup di pasar, yang pada gilirannya akan mendukung aktivitas ekonomi riil.

BI Pastikan Uang Primer Melejit Dobel Digit
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Data terkini dari BI menunjukkan kinerja positif pada Maret 2026, di mana pertumbuhan M0 berhasil mencapai 11,8% secara tahunan (yoy). Angka ini mengindikasikan bahwa upaya BI dalam menjaga likuiditas pasar berjalan sesuai harapan. Komponen utama yang mendorong kenaikan M0 pada bulan tersebut adalah pertumbuhan giro Bank Umum di Bank Indonesia yang melonjak signifikan hingga 38,3%, serta peningkatan uang kartal sebesar 8,6%.

Lebih lanjut, Perry menjelaskan bahwa ekspansi fiskal pemerintah dan strategi operasi moneter yang cermat menjadi dua faktor pendorong utama di balik pertumbuhan M0 yang impresif ini. Sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter terbukti efektif dalam menjaga stabilitas dan mendorong geliat ekonomi.

Untuk mencapai target pertumbuhan uang primer ini, BI memiliki serangkaian instrumen pengelolaan likuiditas yang akan terus dioptimalkan. Di antaranya adalah penerbitan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) dari pasar sekunder. Kedua instrumen ini berfungsi sebagai alat untuk menyuntikkan dana segar ke dalam sistem keuangan.

Selain itu, BI juga menerapkan kebijakan pemberian remunerasi bagi bank-bank yang memiliki kelebihan cadangan atau excess reserves. Langkah ini diharapkan dapat memacu perbankan untuk lebih aktif menyalurkan kelebihan likuiditasnya ke sektor riil, sehingga dana tersebut tidak hanya mengendap namun benar-benar bergerak dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi. Dengan demikian, BI berupaya menciptakan ekosistem keuangan yang kondusif dan mendukung ekspansi bisnis serta investasi.

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post