Ekonesia – Sebuah kejutan besar terjadi di panggung LaLiga ketika Sevilla berhasil menundukkan Atletico Madrid dengan skor tipis 2-1. Kemenangan krusial ini diraih di kandang mereka, Stadion Ramón Sánchez Pizjuán, meski skuad Andalusia hanya mencatatkan 32 persen penguasaan bola. Efisiensi dan ketajaman dalam memanfaatkan peluang menjadi kunci sukses Sevilla menaklukkan Los Rojiblancos yang mendominasi jalannya pertandingan.
Baca juga: Klopp Kritik Pedas FIFA, Guardiola Beri Jawaban Menohok!
Gol-gol penentu kemenangan Sevilla dicetak oleh Akor Adams melalui tendangan penalti di menit-menit awal, disusul tandukan kapten Nemanja Gudelj menjelang berakhirnya babak pertama. Sementara itu, tim tamu sempat menyamakan kedudukan lewat Javier Boñar. Namun, dominasi Atletico dalam mengontrol bola tidak cukup untuk membawa pulang poin dari markas Sevilla.

Pertandingan berlangsung dengan tensi tinggi sejak peluit awal dibunyikan. Pada menit kedelapan, Sevilla sempat mengira mendapatkan hadiah penalti setelah insiden kontak Isaac Romero di kotak terlarang, namun keputusan tersebut dianulir oleh VAR. Hanya berselang dua menit, kesempatan emas benar-benar datang. Pelanggaran Dani Martínez di area terlarang berbuah tendangan dua belas pas yang sukses dieksekusi Akor Adams, membuat Sevilla unggul 1-0.
Baca juga: MU Siapkan Rp 954 Miliar! Bidik Jenderal Lini Tengah PSG?
Atletico Madrid tidak tinggal diam. Pada menit ke-35, Javier Boñar berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 setelah menyambut umpan silang akurat dari Julio Díaz dengan sundulan tajam. Namun, kegembiraan tim ibu kota tidak berlangsung lama. Menjelang turun minum, tepatnya menit 45+2, Ruben Vargas memainkan peran penting sebelum Nemanja Gudelj mencetak gol kedua Sevilla melalui tandukan ke sudut gawang, mengubah skor menjadi 2-1.
Memasuki paruh kedua, intensitas serangan menurun. Sevilla lebih fokus untuk menjaga keunggulan, sementara Atletico kesulitan menembus pertahanan rapat tuan rumah. Isaac Romero sempat mengancam dengan tembakan yang membentur tiang, namun tidak ada gol tambahan tercipta. Laga yang berjalan keras ini diwarnai dengan delapan kartu kuning yang dikeluarkan wasit Isidro Díaz de Mera, menunjukkan perjuangan kedua tim di lapangan.
Data pertandingan menunjukkan betapa efektifnya strategi Sevilla. Dengan formasi 5-4-1 yang kompak, mereka unggul dalam duel dengan tingkat kemenangan mencapai 62 persen, serta mencatatkan 16 tekel berbanding 8 dan 9 intersep berbanding 3. Kike Salas menjadi pilar pertahanan dengan 12 sapuan, sementara lini belakang secara keseluruhan melakukan 32 kali pembersihan bola. Di sisi lain, Atletico Madrid memang mencatat jumlah operan lebih dari dua kali lipat, namun sering menemui kebuntuan di sepertiga akhir lapangan.
Secara taktik, Sevilla mengandalkan permainan langsung dan fokus pada bola kedua, memanfaatkan skema 5-4-1. Berbeda dengan Atletico yang menggunakan formasi 4-2-3-1 dengan eksploitasi sisi sayap, terutama kanan. Kedua tim juga menghadapi tantangan rotasi pemain. Sevilla kehilangan Tanguy Nianzou dan José Ángel Carmona karena skorsing, serta César Azpilicueta dan Marcão yang cedera. Sementara itu, Atletico tanpa Koke dan Nicolás González akibat hukuman, dan beberapa pemain kunci seperti Jan Oblak diragukan tampil. Meskipun menguasai wilayah permainan, Atletico gagal menciptakan peluang berkualitas tinggi, sementara Sevilla tampil lebih klinis dalam memaksimalkan setiap kesempatan.


Tinggalkan komentar