Ekonesia – Parlemen mendesak pemerintah untuk transparan terkait rencana penyelamatan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB). Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) secara tegas meminta Kementerian Keuangan dan Danantara segera melaporkan detail skema pengambilalihan saham PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) kepada lembaga legislatif. Langkah ini dianggap krusial mengingat besarnya implikasi finansial dan strategis proyek tersebut.
Baca juga: BRImo: Lebaran Anti Ribet, Bayar Pakai QRIS Aja!
Ketua Komisi XI DPR RI, M. Misbakhun, dalam pernyataannya di Jakarta, menekankan pentingnya dialog terbuka antara eksekutif dan legislatif. Menurutnya, setiap langkah besar yang melibatkan restrukturisasi kepemilikan saham dan pengakuan utang, terutama yang berpotensi memindahkan beban dari BUMN ke negara, harus dibahas secara komprehensif bersama DPR. Ini mencakup skema akuisisi, spin-off, hingga mekanisme pengalihan kewajiban finansial yang sebelumnya melekat pada BUMN.

Misbakhun menegaskan bahwa meskipun pengambilalihan saham merupakan domain pemerintah, skema yang disusun tidak boleh memberatkan pihak manapun, termasuk PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang juga terlibat dalam proyek ini. Ia menambahkan, pemerintah pasti sedang merancang formula terbaik untuk memastikan keberlangsungan proyek KCJB, mengingat manfaatnya yang signifikan bagi masyarakat luas sebagai salah satu infrastruktur transportasi vital.
Baca juga: Brighton Gigit Jari Spurs Bangkit Dramatis!
Sebelumnya, Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dony Oskaria telah mengisyaratkan bahwa Kementerian Keuangan akan mengambil alih saham "merah putih" di KCIC. Opsi strategis ini, yang telah dibahas intensif dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, diharapkan dapat segera diumumkan kepada publik dalam kurun waktu dua minggu ke depan, memberikan kejelasan mengenai masa depan proyek ambisius ini.
Meski demikian, Dony Oskaria memastikan bahwa operasional harian Kereta Cepat Jakarta-Bandung akan tetap berada di tangan KCIC dan PT KAI. Hal ini sejalan dengan kompetensi inti PT KAI dalam pengelolaan perkeretaapian. Ia juga optimis bahwa KCJB akan menjadi tulang punggung transportasi massal unggulan di Indonesia, menandai era baru konektivitas antar kota besar.





Tinggalkan komentar