Ekonesia – Inter Milan sukses mengukir kemenangan telak nan krusial, menghancurkan perlawanan AS Roma dengan skor mencolok 5-2. Hasil fantastis ini tak hanya menjadi penanda berakhirnya periode performa yang kurang meyakinkan bagi Nerazzurri, tetapi juga berhasil memperlebar jarak poin di puncak klasemen Serie A menjadi sembilan angka. Ini adalah langkah raksasa yang semakin mendekatkan mereka pada gelar juara liga musim ini.
Baca juga: BNI: Jejak Kakek Prabowo dan Lahirnya Bank Pertama RI
Kembalinya sang kapten, Lautaro Martinez, menjadi kunci kebangkitan Inter. Penyerang asal Argentina itu langsung tancap gas dengan menyumbangkan dua gol, menandai comeback gemilang setelah absen hampir dua bulan akibat cedera betis. Tak hanya Martinez, Marcus Thuram juga turut unjuk gigi dengan gol pertamanya sejak awal Februari, menambah daya gedor lini serang Biru Hitam yang sempat terseok-seok, hanya mengoleksi delapan poin dari lima pertandingan liga terakhir.

Pertandingan di Stadion San Siro dibuka dengan cepat oleh Inter. Martinez tak membuang waktu, langsung mencetak gol pembuka di menit pertama berkat umpan matang dari Thuram. Roma sempat memberikan perlawanan dan menyamakan kedudukan melalui sundulan Gianluca Mancini di menit ke-40. Namun, keunggulan Inter kembali tercipta jelang turun minum lewat tendangan spektakuler Hakan Calhanoglu dari jarak lebih dari 30 meter, sebuah gol yang memukau penonton.
Baca juga: Rahasia Indonesia Airlines: Izin Penerbangan Belum Dikantongi!
Memasuki babak kedua, Inter tampil semakin beringas. Sepuluh menit setelah jeda, dominasi tuan rumah tak terbendung. Martinez mencetak gol keduanya di menit ke-52, lagi-lagi berkat assist brilian dari Thuram. Tak lama berselang, giliran Thuram yang mencatatkan namanya di papan skor melalui sundulan dari skema sepak pojok yang dieksekusi Calhanoglu. Pesta gol Inter ditutup oleh Nicolo Barella yang memanfaatkan kelengahan lini belakang Giallorossi, menambah penderitaan tim tamu. Gol hiburan Lorenzo Pellegrini di menit ke-70 tak banyak mengubah hasil akhir pertandingan.
Kemenangan telak ini disambut gembira oleh Lautaro Martinez. "Ini adalah laga yang sangat penting bagi kami. Kami harus tampil dengan sikap dan mentalitas yang tepat," ungkapnya, menambahkan rasa senang atas kemenangan yang pantas diraih timnya. Di sisi lain, kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi ambisi Roma untuk lolos ke Liga Champions. Mereka kini tertahan di posisi keenam, tertinggal tiga poin dari Como di peringkat keempat, dan memiliki poin serupa dengan Juventus yang berada di posisi kelima. Pelatih Roma, Gian Piero Gasperini, mengakui ada dua cerita berbeda dalam pertandingan. "Pada babak pertama saya melihat banyak hal positif, meskipun hasil akhirnya membuat semuanya terlihat berbeda," ujarnya. Ia menyayangkan kekalahan dengan selisih gol yang begitu besar.
Sementara itu, di pertandingan lain, Cremonese harus terdegradasi ke zona merah setelah takluk 1-2 dari Bologna. Nasib serupa juga menghantui Pisa yang semakin mendekat ke jurang degradasi usai kalah tipis 0-1 di kandang sendiri dari Torino.






Tinggalkan komentar