Jangan Kaget Ini Batas Aman Uang di Rekening

Agus Riyadi

5 April 2026

2
Min Read

Ekonesia – Di era digital yang serba cepat ini, tren menaruh dana di bank mungkin mulai bergeser bagi sebagian orang yang beralih ke berbagai instrumen investasi. Namun, filosofi "uang tunai adalah raja" tetap kokoh. Dana segar masih dipandang sebagai benteng pertahanan finansial paling solid, terutama saat gejolak ekonomi melanda atau badai krisis menerpa. Pertanyaan krusialnya, berapa sesungguhnya jumlah uang tunai ideal yang perlu kita endapkan di rekening bank?

Para pakar finansial secara umum merekomendasikan agar saldo di rekening tabungan cukup untuk memenuhi keperluan atau kewajiban rutin selama sebulan penuh. Menimbun terlalu banyak dana tunai justru menyimpan beragam ancaman. Risiko seperti penipuan, inflasi yang mengikis daya beli, hingga potensi kekeliruan dalam transaksi bisa mengintai.

Jangan Kaget Ini Batas Aman Uang di Rekening
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Jessica Goedtel, seorang perencana keuangan bersertifikat dari Pennsylvania, mengingatkan bahwa rekening tabungan seringkali minim proteksi layaknya kartu kredit. "Ini berarti pengembalian dana bisa menjadi lebih rumit jika kartu Anda dibobol," ujarnya, seperti dikutip dari CNBC Make It.

Oleh karena itu, mengendapkan dana tunai berlimpah di rekening bukanlah strategi cerdas. Bahkan, menurut Gregory Guenther, cukup sisihkan dana untuk kebutuhan satu hingga dua minggu saja di rekening utama. Sisa dana yang lebih besar sebaiknya dialihkan ke instrumen investasi yang lebih menguntungkan dan produktif.

"Jika terlalu sedikit, Anda akan dihantui kecemasan setiap kali bertransaksi. Namun, jika terlalu banyak, Anda akan kehilangan potensi pertumbuhan dari instrumen berimbal hasil tinggi," tegas Gregory. Ia menambahkan bahwa keseimbangan ideal bersifat personal, namun tujuannya adalah agar Anda dapat hidup nyaman tanpa perlu bolak-balik mengecek saldo sebelum berbelanja kebutuhan sehari-hari.

Meskipun menjaga saldo uang tunai yang sehat dapat membantu Anda mengelak dari beban biaya administrasi bank yang terkadang memberatkan, penting untuk diingat bahwa dana ini bukanlah substitusi untuk cadangan dana darurat. Tabungan darurat dirancang khusus untuk menghadapi pengeluaran mendesak yang tak terduga, seperti tagihan medis mendadak atau situasi kehilangan pekerjaan.

Perencana keuangan biasanya menyarankan untuk mengalokasikan dana darurat setara tiga hingga enam bulan pengeluaran. Dana ini sebaiknya disimpan di wadah terpisah yang mudah dijangkau, misalnya rekening tabungan dengan bunga kompetitif. Dengan demikian, dana siap sedia kapan pun dibutuhkan, minim risiko, dan memberikan ketenangan pikiran.

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post