3 Aset Investasi Warren Buffett Jaminan Kaya Raya

Agus Riyadi

5 April 2026

4
Min Read

Ekonesia – Warren Buffett, sang investor legendaris dengan kekayaan fantastis mencapai Rp 1.791,73 triliun, kerap menjadi panutan utama bagi para pelaku pasar global. Miliarder kawakan ini tak henti membagikan panduan cerdas serta strategi jitu dalam mengelola finansial, terutama saat menghadapi tantangan inflasi yang menggerus nilai uang.

Buffett, yang memimpin Berkshire Hathaway, meyakini bahwa salah satu prinsip utamanya adalah perisai paling tangguh melawan tekanan inflasi. "Hal terbaik yang bisa Anda lakukan adalah menjadi sangat ahli dalam suatu bidang," ungkapnya pada rapat pemegang saham tahunan Berkshire Hathaway tahun lalu. Ia menekankan bahwa fokus pada pengembangan diri berkelanjutan dan menjadi yang terdepan di spesialisasi pilihan adalah kunci meredam gempuran inflasi.

3 Aset Investasi Warren Buffett Jaminan Kaya Raya
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

"Kemampuan apa pun yang Anda miliki tak bisa direnggut dari Anda. Mereka tak bisa dihilangkan begitu saja," jelas Buffett, seperti dikutip dari Yahoo Finance. "Investasi terbaik sejauh ini adalah segala sesuatu yang mengembangkan diri Anda sendiri, dan itu bebas pajak sama sekali." Ini bisa berarti meraih gelar pendidikan tinggi, mengikuti program pelatihan, bekerja di bawah bimbingan mentor, atau sekadar memperkaya diri dengan bacaan dan wawasan baru tentang berbagai budaya, bahasa, dan inovasi.

Pria berusia 92 tahun ini juga mengingatkan agar tidak memaksakan diri mengejar keterampilan yang tidak produktif, terutama di masa inflasi yang sulit. Sebaliknya, ia menyarankan untuk berupaya melakukan aktivitas sehari-hari dengan sangat baik. Salah satu kecakapan terpenting menurutnya adalah komunikasi yang kuat. "Salah satu cara mudah untuk memiliki kekayaan setidaknya 50% lebih tinggi dari sekarang… adalah dengan mengasah keterampilan komunikasi Anda," ujarnya dalam sebuah video di LinkedIn. "Jika Anda tidak dapat berkomunikasi, itu seperti mengedipkan mata pada seorang gadis dalam kegelapan – tidak terjadi apa-apa. Anda dapat memiliki semua kekuatan otak di dunia, tetapi Anda harus mampu mentransmisikannya, dan transmisinya adalah komunikasi."

Tentu saja, bertahan di tengah inflasi memerlukan lebih dari sekadar kemampuan komunikasi yang mumpuni. Setelah berinvestasi pada diri sendiri, ada baiknya mempertimbangkan beberapa aset pelindung inflasi lain yang diakui.

Properti

Real estat seringkali menjadi pilihan investasi prima selama masa inflasi, menurut Buffett. Ia menjelaskan, "Ini adalah bisnis yang Anda beli sekali dan kemudian Anda tidak perlu terus melakukan investasi modal setelahnya." "Jika Anda membangun rumah 55 tahun yang lalu seperti yang dilakukan Charlie [Munger], atau membangun rumah Anda 55 tahun yang lalu seperti yang saya lakukan, itu adalah pengeluaran satu kali… dan Anda mendapatkan apresiasi nilai seiring inflasi tanpa harus mengganti diri Anda sendiri."

Saham dengan Kekuatan Harga

Buffett telah melewati berbagai gejolak ekonomi, termasuk periode inflasi dua digit pada tahun 1970-an. Pengalamannya yang luas memberinya banyak saran tentang jenis saham yang harus dimiliki saat biaya hidup meroket. Dalam suratnya kepada pemegang saham Berkshire Hathaway pada tahun 1981, raksasa bisnis ini menggarisbawahi dua sifat kunci yang membuat suatu bisnis adaptif terhadap lingkungan inflasi: pertama, kemampuan untuk menaikkan harga dengan mudah, dan kedua, kemampuan untuk mengembangkan usaha tanpa beban modal berlebihan.

Buffett menyukai bisnis berkualitas tinggi dengan modal minim, seperti Apple (AAPL). Apple menawarkan indikator finansial cemerlang—bukti efisiensi, stabilitas, dan posisi tawar perusahaan—yang memungkinkannya tumbuh subur di tengah periode inflasi ini.

Emas

Meskipun Buffett dikenal kurang menyukai emas sebagai investasi, bahkan mendeskripsikannya dalam surat tahun 2011 sebagai aset "yang tidak akan pernah menghasilkan apa pun", sejumlah ahli finansial melihatnya sebagai pelindung nilai yang efektif terhadap inflasi karena nilai intrinsiknya cenderung terjaga sepanjang masa. Menariknya, Berkshire Hathaway yang dikepalai Buffett bahkan pernah memiliki sekitar 21 juta saham penambang emas Barrick Gold (GOLD) beberapa tahun lalu.

"Nilai satu dolar dapat melemah oleh inflasi, tetapi emas memberi Anda keunggulan untuk memerangi penurunan daya beli itu," kata penasehat keuangan William Bevins. Seseorang dapat berinvestasi emas dengan memilikinya secara langsung, baik dalam bentuk batangan, koin, atau perhiasan. Aplikasi investasi juga dapat memfasilitasi Anda berinvestasi pada komoditas ini dengan membeli saham emiten tambang emas di pasar saham.

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post