Ekonesia – PT Cakra Buana Resources Energy Tbk (CBRE) menutup tahun 2025 dengan catatan keuangan yang memicu sorotan. Emiten yang bergerak di sektor jasa angkutan laut ini membukukan kerugian bersih yang melonjak tajam, mencapai Rp70,35 miliar. Angka ini merepresentasikan pembengkakan kerugian sebesar 36,18% dibandingkan periode yang sama setahun sebelumnya, yang tercatat Rp51,66 miliar. Menariknya, di tengah keterpurukan laba, total aset perusahaan justru melesat hingga 501% menjadi Rp2 triliun.
Baca juga: Rupiah Optimis? Dolar AS Siap-Siap Naik Daun!
Kinerja pendapatan CBRE menunjukkan pelemahan signifikan, menyusut 11,27% secara tahunan menjadi Rp55,16 miliar. Penopang utama pendapatan, yakni dari segmen sewa kapal, sedikit melandai dari Rp54,04 miliar menjadi Rp53,29 miliar. Namun, lini bisnis manajemen kapal mengalami pukulan telak, pendapatannya terjun bebas dari Rp8,13 miliar menjadi hanya Rp1,86 miliar.

Meskipun beban pokok pendapatan sedikit berkurang 4,40% menjadi Rp53,64 miliar, hal itu tidak cukup menahan laju penurunan profitabilitas. Akibatnya, laba kotor perseroan anjlok parah, hanya tersisa Rp1,51 miliar dari sebelumnya Rp6,05 miliar.
Baca juga: Lewandowski Selamatkan Barca dari Jebakan Rayo!
Di sisi lain, CBRE berhasil menekan beban usaha tipis menjadi Rp31,79 miliar dari Rp32,57 miliar. Namun, beban lain-lain bersih justru membengkak lebih dari dua kali lipat, mencapai Rp20,14 miliar dari semula Rp9,72 miliar. Beban keuangan juga menunjukkan kenaikan tipis menjadi Rp19,27 miliar, sementara beban pajak penghasilan sedikit turun menjadi Rp661,96 juta.
Fenomena menarik terlihat pada neraca keuangan perusahaan. Di tengah badai kerugian operasional, total aset CBRE justru meroket tajam hingga 501% pada tahun 2025, mencapai angka Rp2 triliun. Lonjakan aset ini menjadi pertanyaan besar di kalangan investor dan analis.
Sebagai informasi, Andry Hakim tercatat memiliki 5,02% saham CBRE, atau setara dengan 228.000.074 unit, berdasarkan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek per 28 Februari 2026. Sementara itu, pemegang kendali utama atau pemilik manfaat akhir dari CBRE adalah Suganto Gunawan, yang menguasai perseroan melalui PT Omudas Investment dengan kepemilikan sebesar 61,13%.




Tinggalkan komentar