Mantan IT Sukses Sulap Burger Halal Jadi Cuan

Agus Riyadi

23 Maret 2026

3
Min Read

Ekonesia – Di tengah hiruk pikuk persaingan kuliner cepat saji Amerika Serikat seorang visioner bernama Shahezad Contractor berani menancapkan bendera bisnisnya. Dengan merek Cousin’s Burger ia tidak gentar menantang dominasi raksasa seperti In-N-Out dan Shake Shack membawa cita rasa halal ke panggung utama. Targetnya jelas menjadi pemain besar berikutnya di industri ini.

Didirikan pada tahun 2024 Cousin’s Burger telah merambah delapan lokasi strategis meliputi Pennsylvania New Jersey dan Delaware. Berada di bawah payung Cousin’s Food Inc yang bermarkas di Philadelphia gurita bisnis Contractor tak hanya sebatas burger. Ia juga sukses mengembangkan Cousin’s Pizza serta Cousin’s Smokehouse and Burgers. Total omzet dari seluruh lini usaha restorannya pada tahun 2025 bahkan melampaui 4 juta dolar AS atau setara Rp67 miliar sebuah angka fantastis dalam waktu singkat.

Mantan IT Sukses Sulap Burger Halal Jadi Cuan
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Contractor jeli melihat celah pasar yang belum tergarap optimal di Amerika Serikat yakni segmen makanan halal. Menurutnya pasar ini masih sangat luas dan jauh dari kata jenuh. Ia menegaskan bahwa makanan halal bukan hanya untuk umat Muslim. Banyak konsumen non-Muslim pun memilih daging halal karena reputasinya akan kualitas kebersihan dan proses penyembelihan yang lebih etis dan manusiawi. Di luar beberapa nama besar seperti Halal Guys opsi makanan halal yang benar-benar mainstream di AS masih sangat terbatas sebuah kondisi yang ingin ia ubah.

Perjalanan Contractor ke dunia kuliner sebenarnya tak terencana. Selama dua dekade lebih ia bergelut di industri teknologi informasi. Namun takdir berkata lain. Titik baliknya terjadi pada tahun 2023 ketika ia iseng menjajal peruntungan menjual smashburger di sebuah festival makanan halal. Di luar dugaan 500 porsi dagangannya ludes dalam sehari. Momen itu menyadarkannya akan potensi bisnis yang luar biasa. Dorongan kuat ini membawanya membuka gerai pertama di Philadelphia sebuah kota yang ia anggap strategis karena populasi Muslimnya yang besar.

Dalam menjalankan roda bisnisnya Contractor berpegang teguh pada tiga pilar utama: penggunaan bahan baku berkualitas tinggi resep yang sederhana namun otentik serta layanan pelanggan prima. Smashburger andalannya dibanderol antara 7 hingga 8 dolar AS per porsi. Meski demikian ia tak menampik tantangan terbesar datang dari tekanan biaya operasional. Kenaikan harga bahan baku sewa tempat dan upah tenaga kerja membuat impian menjual burger seharga 4 dolar AS menjadi tidak realistis secara ekonomi.

Optimisme Contractor tak pernah padam. Ia bahkan rela meninggalkan karier mapannya di sektor IT bukan hanya karena melihat potensi bisnis yang menjanjikan tetapi juga karena kekhawatiran akan dampak kecerdasan buatan terhadap masa depannya. Baginya membangun warisan yang mampu menciptakan kekayaan lintas generasi adalah sebuah daya tarik luar biasa. Ke depan ia membidik ekspansi masif hingga 50 gerai dalam beberapa tahun serta membawa Cousin’s Burger merambah pasar internasional termasuk Kanada. Peluangnya tak terbatas dan ia bertekad terus melangkah maju.

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post