Fantastis Harta Muslim Terkaya Dunia Bikin Melongo

Agus Riyadi

19 Maret 2026

3
Min Read

Ekonesia – Dunia bisnis global kembali dihebohkan dengan daftar terbaru miliarder versi Forbes, di mana sejumlah pengusaha Muslim sukses menancapkan dominasinya. Mereka bukan hanya sekadar masuk daftar, melainkan berhasil menembus jajaran 100 orang terkaya di dunia, dengan pundi-pundi kekayaan yang mencapai ratusan triliun rupiah. Siapa saja sosok-sosok inspiratif ini? Mari kita selami kisah sukses mereka.

1. Aliko Dangote

Fantastis Harta Muslim Terkaya Dunia Bikin Melongo
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Aliko Dangote, sosok kelahiran Kano Nigeria pada 10 April 1957, bukan sekadar pebisnis biasa. Ia adalah pendiri sekaligus CEO Dangote Group, sebuah konglomerasi raksasa yang menjadi bukti nyata ketekunan dan visi seorang filantropis. Berbekal keyakinan Islam yang kuat dan pinjaman awal dari sang paman, Dangote memulai perjalanan bisnisnya dari nol.

Dimulai dari perdagangan komoditas, khususnya semen, bisnisnya melesat cepat. Tahun 1981 menjadi tonggak penting saat ia resmi mendirikan Dangote Group, melebarkan sayap ke berbagai sektor. Imperium bisnisnya kini mencakup ragam bidang, mulai dari pangan (pasta, gula, garam, gandum), semen, hingga jasa logistik. Perusahaan-perusahaan di bawah payung Dangote Group seperti Dangote Cement PLC dan Dangote Sugar Refinery PLC tidak hanya beroperasi di Nigeria, tetapi juga merambah sejumlah negara Afrika lainnya.

Selama lebih dari satu dekade, Aliko Dangote tak tergoyahkan di puncak daftar orang terkaya Afrika. Forbes mencatat kekayaannya mencapai angka fantastis US$ 28,5 miliar, atau sekitar Rp 478,86 triliun, nyaris menyentuh setengah kuadriliun rupiah! Peningkatan signifikan asetnya tak lepas dari penilaian Forbes terhadap kilang minyak miliknya yang mulai beroperasi di Lagos tahun lalu, setelah penantian panjang.

Meski sempat diterpa berbagai kendala, termasuk isu regulasi, kilang ini akhirnya mulai berproduksi awal 2024 dan diproyeksikan mencapai kapasitas penuh dalam waktu dekat. Ini membuka peluang bagi Nigeria, produsen minyak utama, untuk menjadi eksportir produk olahan minyak. “Ini adalah kelegaan yang luar biasa,” ungkap Dangote, 67 tahun, kepada Forbes pada Februari lalu. Berada di jajaran 100 orang terkaya dunia, Dangote memandang proyek kilang ini sebagai langkah strategis Afrika untuk mengolah minyak mentahnya sendiri, demi menciptakan kemakmuran dan kesejahteraan bagi seluruh penduduk benua. Dalam daftar global Forbes, Aliko Dangote kini menduduki peringkat ke-82 sebagai individu terkaya di dunia.

2. Shahid Khan

Beralih ke Shahid Khan, seorang taipan yang menguasai Flex-N-Gate, pemasok suku cadang otomotif raksasa, sekaligus pemilik tim NFL Jacksonville Jaguars. Kisah sukses Khan dimulai sebagai imigran dari Pakistan. Pada tahun 1980, ia mengakuisisi Flex-N-Gate dari bekas atasannya. Berbekal keahliannya sebagai insinyur, desain bumper truk satu bagian yang inovatif menjadi fondasi kejayaannya. Kini, perusahaannya membentang di 76 pabrik global dengan lebih dari 27.000 tenaga kerja.

Tak hanya otomotif, Khan juga merambah dunia olahraga. Ia mengakuisisi Jacksonville Jaguars pada 2012, diikuti klub sepak bola Inggris Fulham pada 2013. Bersama putranya Tony, ia bahkan mendirikan All Elite Wrestling (AEW) pada 2019, menantang dominasi WWE di arena gulat profesional. Portofolio bisnisnya juga mencakup Four Seasons Hotel Toronto, dan ia berencana memperluas jejaknya dengan properti Four Seasons baru di Jacksonville pada 2026. Per 1 Maret 2026, kekayaan bersih Shahid Khan tercatat oleh Forbes sebesar US$ 15,3 miliar, setara dengan Rp 257,07 triliun.

3. Azim Premji

Dari India, muncul nama Azim Premji, seorang magnat teknologi yang memimpin Wipro. Perusahaan ini, dengan pendapatan US$11,3 miliar, adalah salah satu raksasa penyedia layanan perangkat lunak terbesar di negerinya. Kisah Premji dimulai pada 1966, saat ia terpaksa meninggalkan studinya di Stanford demi mengambil alih bisnis minyak goreng keluarga pasca-meninggalnya sang ayah. Dari sana, ia dengan cerdik mengalihkan fokus usaha ke industri perangkat lunak yang kala itu sedang berkembang.

Wipro kini memiliki pusat inovasi strategis di Silicon Valley, yang berdedikasi pada pengembangan teknologi mutakhir dan kolaborasi erat dengan berbagai startup. Pada 2019, tongkat estafet kepemimpinan eksekutif Wipro diserahkan kepada putranya, Rishad Premji. Meski demikian, Azim Premji tetap aktif berperan sebagai ketua pendiri. Hingga 1 Maret 2026, Forbes mengestimasi kekayaan Premji mencapai US$ 8,7 miliar, atau sekitar Rp 146,18 triliun.

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post