BI Punya Jurus Baru Ekonomi Makin Jos

Agus Riyadi

18 Maret 2026

2
Min Read

Ekonesia – Bank Indonesia terus memperkuat fondasi ekonomi nasional melalui serangkaian kebijakan moneter yang adaptif. Langkah-langkah strategis ini dirancang untuk menjaga stabilitas sekaligus mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi, memberikan optimisme bagi pelaku pasar dan masyarakat.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, dalam konferensi pers Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada Selasa (17/3/2026), membeberkan salah satu upaya utama. Otoritas moneter ini secara agresif melakukan ekspansi likuiditas rupiah melalui pengurangan kepemilikan instrumen Sertifikat Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Data menunjukkan, posisi SRBI yang pada awal tahun 2025 masih di angka Rp916,97 triliun, kini telah menyusut signifikan menjadi Rp831,55 triliun per 13 Maret 2026.

BI Punya Jurus Baru Ekonomi Makin Jos
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Penyusutan SRBI ini berjalan seiring dengan inisiatif Bank Indonesia untuk aktif mengakuisisi Surat Berharga Negara (SBN). Aksi ini merupakan cerminan nyata dari kolaborasi apik antara kebijakan moneter dan fiskal yang terus diintensifkan. Hingga 16 Maret 2026, total pembelian SBN oleh BI telah menembus angka Rp86,16 triliun, termasuk di dalamnya Rp46,72 triliun yang dilakukan melalui transaksi di pasar sekunder.

Perry Warjiyo menekankan bahwa proses pembelian SBN di pasar sekunder selalu dilakukan sesuai dengan kaidah pasar yang berlaku. Setiap transaksi dipastikan terukur, transparan, dan selaras dengan program moneter yang telah ditetapkan. Komitmen ini penting guna mempertahankan kepercayaan terhadap kebijakan Bank Indonesia serta memastikan kestabilan perekonomian tetap terjaga di tengah berbagai tantangan yang ada.

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post