Ekonesia – Sebuah kejutan besar terjadi di Serie A saat Como berhasil menumbangkan AS Roma dengan skor tipis 2-1. Kemenangan dramatis ini tidak hanya mengamankan tiga poin penting bagi tim asuhan Cesc Fabregas, tetapi juga secara signifikan memperkokoh pijakan mereka dalam perburuan tiket menuju Liga Champions musim depan. Pertarungan sengit di Stadio Giuseppe Sinigaglia ini memperlihatkan bagaimana Como bangkit dari ketertinggalan untuk meraih kemenangan krusial.
Baca juga: Dana Segar Ratusan Miliar BULL Siapa Pemodal Misterius?
Pertandingan dimulai dengan tempo tinggi, dan Giallorossi, julukan Roma, langsung tancap gas. Baru enam menit laga berjalan, Stephan El Shaarawy dijatuhkan oleh bek Como, Diego Carlos, di dalam kotak terlarang. Penyerang asal Belanda, Donyell Malen, tanpa ragu mengambil tanggung jawab sebagai algojo penalti dan sukses menunaikan tugasnya, membawa Roma unggul 1-0.

Meski tertinggal, semangat juang Como tak padam. Mereka terus melancarkan serangan dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya sebelum jeda. Nico Paz dan Alex Valle berulang kali menguji ketangguhan kiper Roma, Mile Svilar, yang harus melakukan penyelamatan gemilang. Bahkan, Jacobo Ramon nyaris menyamakan kedudukan ketika sepakannya membentur tiang gawang di penghujung babak pertama.
Baca juga: Setan Merah Untung Besar! Bintang Bilbao Cedera
Memasuki paruh kedua, Como meningkatkan intensitas serangan. Tekanan tanpa henti akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-60. Penyerang Yunani, Tasos Douvikas, menerima umpan terobosan cerdik dari Alex Valle dan melepaskan tembakan mendatar ke tiang dekat yang tak mampu dijangkau Svilar, mengubah skor menjadi 1-1. Gol ini juga menorehkan sejarah bagi Douvikas sebagai pemain Como pertama sejak musim 1985-1986 yang mencetak 10 gol liga dalam semusim, sekaligus menjadi pemain asing pertama yang mencapai rekor tersebut.
Titik balik krusial pertandingan terjadi empat menit kemudian. Bek Roma, Wesley, menerima kartu kuning kedua setelah melakukan tekel terlambat terhadap Assane Diao. Kartu merah tersebut memaksa Roma melanjutkan laga dengan sepuluh pemain, sebuah keuntungan besar yang langsung dimanfaatkan Como. Dengan keunggulan jumlah pemain, Como semakin gencar menekan. Puncaknya, bek tengah Diego Carlos membayar kesalahannya di awal laga dengan mencetak gol kemenangan dari jarak dekat, memastikan Como unggul 2-1.
Secara statistik, dominasi Como terlihat jelas. Mereka mencatatkan expected goals (xG) sebesar 2,22, jauh melampaui 0,86 xG milik Roma. Angka ini menegaskan bahwa kemenangan Como bukan sekadar keberuntungan, melainkan hasil dari penciptaan peluang berkualitas yang konsisten sepanjang pertandingan. Di sisi lain, meski Roma harus menelan kekalahan pahit, performa Donyell Malen patut diacungi jempol. Penyerang yang baru bergabung pada bursa transfer musim dingin itu kini menjadi pencetak gol terbanyak klub di Serie A musim ini dengan tujuh gol dari sembilan penampilan liga.
Kemenangan ini membawa Como naik ke posisi keempat klasemen sementara Serie A, mengungguli Roma dan Juventus dalam persaingan ketat memperebutkan slot terakhir Liga Champions. Dengan Inter Milan dan AC Milan yang fokus pada perburuan gelar juara, pertarungan di zona empat besar semakin memanas. Roma dan Juventus kini harus segera berbenah jika tidak ingin tertinggal dalam perebutan tiket prestisius ke kompetisi antarklub Eropa paling elite tersebut.


Tinggalkan komentar