Ekonesia – Dunia sepak bola dihebohkan dengan kemunculan sosok tak terduga di markas Tottenham Hotspur. Cristiano Giuntoli, mantan direktur olahraga raksasa Serie A Juventus dan Napoli, terekam kamera hadir di Tottenham Hotspur Stadium pada Kamis lalu. Kehadirannya sontak memicu spekulasi luas, terutama mengingat kondisi tim Spurs yang sedang terpuruk usai menelan kekalahan 1-3 dari Crystal Palace dalam laga Premier League.
Baca juga: Antony: Bintang di Spanyol, Nasib di MU Di Ujung Tanduk!
Media-media olahraga Italia, seperti Tuttosport, ramai memberitakan kehadiran Giuntoli di London. Namun, apa sebenarnya motif di balik kunjungan mendadak salah satu otak transfer paling berpengaruh di Italia ini? Pertanyaan besar pun menggantung, apakah ini sekadar kunjungan pribadi atau ada kaitannya dengan masa depan pelatih Tottenham saat ini, Igor Tudor?

Hubungan antara Giuntoli dan Tudor memang bukan rahasia. Saat masih menjabat di Juventus, Giuntoli pernah membuat keputusan krusial dengan menunjuk Igor Tudor sebagai pelatih. Kini, Tudor tengah menghadapi periode awal yang sangat sulit di London Utara. Sejak mengambil alih kursi kepelatihan, pelatih asal Kroasia itu telah menelan tiga kekalahan beruntun dalam tiga pertandingan perdananya.
Baca juga: Destinator Bukan XForce Jumbo? Mitsubishi Buka Suara!
Melihat rekam jejak tersebut, tidak heran jika banyak pihak menduga kehadiran Giuntoli adalah bentuk dukungan moral bagi Tudor yang kini berada di bawah tekanan hebat. Namun, ada pula spekulasi yang lebih jauh, mengingat posisi Tudor di Tottenham yang semakin terpojok.
Menurut laporan dari berbagai sumber di Inggris, masa depan Tudor di Tottenham sudah berada di ujung tanduk, padahal ia baru ditunjuk pada 14 Februari lalu, belum genap sebulan. Kekalahan demi kekalahan membuat posisinya sangat tidak aman. Tottenham kini berjuang mati-matian menghindari jurang degradasi Premier League, hanya unggul satu poin dari West Ham United yang menempati peringkat ke-18 klasemen. Situasi genting ini membuat setiap gerak-gerik sosok penting seperti Giuntoli menjadi sorotan tajam.



Tinggalkan komentar