Ekonesia – Otoritas Jasa Keuangan OJK membeberkan proyeksi menjanjikan bagi industri multifinance di tahun 2026. Target pertumbuhan piutang sebesar 6 hingga 8 persen dinilai sangat realistis untuk dicapai, membuka peluang keuntungan besar bagi perusahaan pembiayaan.
Baca juga: Terungkap! Gurita Bisnis Miliarder Israel Kuasai Pasar RI?
Agusman, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan Perusahaan Modal Ventura Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, menjelaskan bahwa pembiayaan modal kerja akan menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ini. Kebutuhan masyarakat akan pengadaan barang jasa serta ekspansi usaha diprediksi terus meningkat, menjadi angin segar bagi sektor multifinance.

"Proyeksi kenaikan piutang 6 sampai 8 persen pada 2026 sangat masuk akal, mengingat target industri dan kondisi ekonomi yang kondusif," ujar Agusman dalam keterangan resminya, Kamis 5 Maret 2026. Untuk merealisasikan potensi ini, perusahaan dituntut jeli mengoptimalkan sektor dan wilayah yang prospektif, sambil tetap menjaga kualitas aset dan manajemen risiko yang ketat.
Baca juga: Rahasia Sukses Tata Ruang NTT Terungkap!
Data terkini menunjukkan geliat positif. Pada Januari 2026, penyaluran pembiayaan baru industri multifinance mencapai angka fantastis Rp7816 triliun. Segmen multiguna mendominasi dengan porsi 4747 persen atau setara Rp3710 triliun. Diikuti pembiayaan investasi sebesar Rp1872 triliun dan modal kerja Rp1704 triliun.
Sektor kendaraan listrik juga menunjukkan performa luar biasa. Pembiayaan kendaraan listrik melonjak 3913 persen secara tahunan menjadi Rp2105 triliun pada Januari 2026. Tren elektrifikasi kendaraan yang terus menguat diprediksi akan menjaga momentum pertumbuhan positif ini sepanjang tahun.
Sementara itu, pembiayaan kendaraan roda empat secara keseluruhan tumbuh rata-rata 680 persen per tahun dalam periode 2022 hingga 2025. Total penyaluran untuk kendaraan roda empat mencapai Rp22943 triliun per Januari 2026. Menariknya, pembiayaan kendaraan roda empat bekas mencatat pertumbuhan yang lebih tinggi, rata-rata 1275 persen per tahun. Agusman menekankan pentingnya perusahaan untuk memperluas jaringan dan menjaga kualitas pembiayaan guna mengoptimalkan kedua segmen ini.
Perbaikan pasar otomotif di awal tahun menjadi sinyal positif yang kuat bagi industri pembiayaan kendaraan, menjanjikan prospek pertumbuhan cerah di tahun 2026. Meskipun ada dinamika kontraksi pada beberapa perusahaan yang dipengaruhi kondisi pasar dan strategi bisnis, OJK terus memantau pergerakan ini secara seksama melalui data terbaru.



Tinggalkan komentar