Ekonesia – Sebuah babak baru kemandirian industri kimia nasional baru saja terukir. Danantara Indonesia, bersama Indonesia Investment Authority (INA) dan Chandra Asri Group, secara resmi meneken Conditional Share Subscription Agreement (CSSA). Kesepakatan monumental ini bertujuan untuk memacu kapasitas produksi bahan kimia esensial seperti Caustic Soda dan Ethylene Dichloride (EDC) di dalam negeri, sekaligus memperkuat ketahanan pasokan yang vital bagi berbagai sektor. Momen bersejarah ini turut disaksikan langsung oleh pemilik dan pengendali utama Chandra Asri, Bapak Prajogo Pangestu, bersama jajaran direksi dan perwakilan dari berbagai pihak terkait, menandai komitmen strategis untuk pengembangan industri nasional.
Baca juga: Mudik Lebaran 2025 Makin Lancar, Listrik Dijamin Nyaman!
Proyek ini bukan sekadar pembangunan pabrik biasa. Ia merupakan bagian integral dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dirancang khusus untuk mengurangi ketergantungan impor bahan baku kimia vital. Lebih dari itu, inisiatif ini akan mendorong hilirisasi industri di tanah air, menciptakan nilai tambah yang signifikan di dalam negeri, serta meningkatkan daya saing global Indonesia.

Rosan Roeslani, CEO Danantara, melalui akun media sosial resminya, menegaskan bahwa fasilitas baru ini akan membuka lebih dari 3.000 lapangan kerja selama fase konstruksi dan ratusan lainnya saat beroperasi penuh. Ini adalah suntikan vital bagi perekonomian lokal dan nasional, sekaligus memperkuat rantai pasok domestik.
Baca juga: Ekonomi RI Tumbuh 4,87%, Lebih Baik dari Prediksi!
Proyek CA-EDC ini menelan investasi fantastis sebesar US$800 juta. Danantara Indonesia dan INA berkomitmen menanamkan modal sebesar US$200 juta. Dana tersebut akan dialokasikan untuk pembangunan fasilitas strategis di bawah kendali PT Chandra Asri Alkali (CAA), anak perusahaan Chandra Asri Group, dengan target operasional pada tahun 2027.
Caustic Soda, salah satu produk utama, adalah bahan baku krusial untuk sabun, deterjen, pemurnian alumina, hingga industri kertas. Sementara Ethylene Dichloride (EDC) menjadi tulang punggung industri konstruksi dan pengemasan. Ketersediaan domestik akan sangat mengurangi risiko pasokan dan mempercepat pertumbuhan sektor-sektor tersebut.
Pandu Sjahrir, Chief Investment Officer Danantara Indonesia, menggarisbawahi komitmen kuat pihaknya dalam memperkuat sektor-sektor strategis yang memberikan nilai tambah tinggi, menciptakan lapangan kerja, serta mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Ia menyebut kolaborasi ini sebagai respons nyata terhadap tantangan ketergantungan impor dan langkah konkret untuk mengakselerasi hilirisasi, mesin penggerak ekonomi Indonesia.
Dari sisi INA, Eddy Porwanto selaku Pengganti Sementara Ketua Dewan Direktur, menegaskan bahwa investasi ini sejalan dengan mandat jangka panjang INA untuk menggerakkan modal ke sektor prioritas nasional. Ia berharap upaya ini akan mendorong hilirisasi, meningkatkan nilai tambah, serta memperkuat daya saing dan ketahanan industri.
Presiden Direktur dan CEO Chandra Asri Group, Erwin Ciputra, menyuarakan optimisme bahwa proyek CA-EDC akan secara signifikan memangkas ketergantungan impor bahan kimia strategis, sekaligus memperkokoh rantai pasok nasional. Ia juga menyoroti dampak penciptaan lapangan kerja sebanyak 3.000 pada masa konstruksi dan 250 saat operasional, serta keberlanjutan bagi masyarakat Cilegon dan sekitarnya.
Pada tahap awal, pabrik ini akan memproduksi 400.000 ton Caustic Soda kering dan 500.000 ton Ethylene Dichloride setiap tahun. Fasilitas ini dirancang dengan standar teknologi dan keselamatan tertinggi, menjamin efisiensi operasional, keandalan pasokan, serta kepatuhan terhadap prinsip keberlanjutan.











Tinggalkan komentar