Ekonesia – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali mengguncang stabilitas pasar keuangan global. Aksi militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran sontak memicu gelombang kepanikan di kalangan investor, menciptakan tekanan jual masif yang tak terhindarkan.
Baca juga: Rumah Impian Jadi Nyata? BNI Kasih Kejutan!
Dampak langsung dari eskalasi konflik ini terasa kuat di bursa saham utama dunia, termasuk Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG pada perdagangan Senin terperosok tajam hingga dua persen. Tak hanya itu, nilai tukar Rupiah juga ikut melemah signifikan, anjlok ke level Rp 16.827 per dolar Amerika Serikat.

Situasi ini sontak menjadi sorotan utama bagi para pelaku pasar yang kini mencermati setiap perkembangan di kawasan konflik. Analisis mendalam mengenai pergerakan pasar modal Indonesia di tengah gejolak Timur Tengah menjadi krusial. Pakar keuangan Serliana Salsabila dari Profit CNBC Indonesia telah mengulas tuntas dinamika ini, memberikan gambaran komprehensif tentang tantangan yang dihadapi ekonomi domestik akibat ketidakpastian global.
Baca juga: IHSG Meroket! Saham Ini Bakal Cuan?











Tinggalkan komentar