Ekonesia – Pertarungan sengit di Stadio Olimpico berakhir dramatis saat Juventus berhasil menahan imbang AS Roma 3-3. Gol penyeimbang Federico Gatti di menit ke-93 menjadi penyelamat, menjaga napas Bianconeri dalam persaingan ketat menuju zona Liga Champions. Hasil ini krusial, mempertahankan keunggulan empat poin Juventus atas Giallorossi di papan atas Serie A.
Baca juga: UMKM Badui Gebrak Festival Multatuli
Sejak peluit awal dibunyikan, pertandingan langsung menyajikan tempo tinggi dan penuh ancaman. Roma tampil agresif, menciptakan beberapa peluang berbahaya. Kiper Juventus, Mattia Perin, tampil gemilang dengan menepis tembakan Niccolo Pisilli dan bahkan berani menahan sepakan keras Donyell Malen dengan wajahnya. Sayangnya, peluang emas sempat terbuang percuma saat Lorenzo Pellegrini gagal memanfaatkan bola muntah di depan gawang yang sudah terbuka.

Di sisi lain, Juventus kesulitan menemukan ritme serangannya di babak pertama. Meskipun sempat mengancam lewat sundulan Weston McKennie yang tipis melenceng, Mile Svilar, kiper Roma, tak terlalu dipaksa bekerja keras. Kebuntuan pecah menjelang turun minum. Sebuah transisi cepat Roma diawali oleh Pisilli yang cemerlang melewati Kalulu, lalu mengirim umpan ke sisi kiri. Wesley menusuk ke tengah dan melepaskan tembakan melengkung indah ke tiang jauh yang tak terjangkau Perin. Olimpico bergemuruh menyambut keunggulan tuan rumah.
Baca juga: Kakao Kaltim Mendunia, PINBAS Diajak Panen Cuan!
Babak kedua dibuka dengan respons cepat dari Juventus. Hanya beberapa saat setelah jeda, dari situasi sepak pojok, Gleison Bremer memenangkan duel udara dan menyodorkan bola kepada Francisco Conceicao. Winger muda Portugal itu tak membuang waktu, menyambar bola dengan tendangan setengah voli yang melesat deras menembus kerumunan pemain dan menghujam gawang Roma. Skor kembali imbang 1-1.
Namun, kegembiraan Juventus tak bertahan lama. Hanya berselang dua menit, Roma kembali unggul. Lagi-lagi dari skema sepak pojok pendek, Pellegrini mengirim umpan silang akurat ke kotak penalti. Evan Ndicka menunjukkan kekuatan fisiknya, mengungguli Teun Koopmeiners, sebelum menaklukkan Perin dari jarak dekat. Roma memimpin 2-1.
Tekanan Roma semakin menjadi. Pada menit ke-65, Manu Kone mengirim umpan panjang terukur yang dikejar Donyell Malen. Penyerang Belanda itu memenangkan adu sprint melawan Lloyd Kelly dan dengan tenang mencungkil bola melewati Perin, mengubah skor menjadi 3-1. Pada momen itu, seolah nasib pertandingan telah ditentukan dan Juventus di ambang kekalahan.
Namun, Juventus menolak menyerah. Pergantian pemain yang dilakukan pelatih terbukti jitu. Jermie Boga, yang masuk sebagai pengganti, memanfaatkan bola liar di kotak penalti dan melepaskan tendangan voli keras yang tak mampu dibendung Svilar pada menit ke-77. Gol ini menyuntikkan semangat baru bagi Bianconeri.
Tekanan Juventus terus meningkat di menit-menit akhir. Pada masa tambahan waktu, sebuah tendangan bebas Edon Zhegrova disundul oleh McKennie ke arah gawang. Ndicka mencoba menghalau, namun sentuhannya justru membuat bola jatuh tepat di hadapan Federico Gatti. Bek tengah itu tak menyia-nyiakan kesempatan, menghantam bola dari jarak dekat untuk mengubah skor menjadi 3-3 di menit ke-93.
Gol dramatis Gatti bukan sekadar penyama kedudukan. Itu adalah penyelamat krusial yang menjaga Juventus tetap unggul empat poin atas Roma dalam perburuan posisi empat besar. Bagi Roma, keunggulan dua gol yang menguap di detik-detik akhir terasa sangat pahit. Sementara bagi Juventus, hasil ini adalah bukti semangat pantang menyerah yang menjaga asa mereka tetap menyala di kompetisi teratas Eropa.











Tinggalkan komentar