Milan Pesta Gol Akhir Laga Inter Terancam

El-Shinta

1 Maret 2026

3
Min Read

Ekonesia – Drama menegangkan tersaji di Stadio Giovanni Zini saat AC Milan hampir saja kehilangan poin krusial dalam lanjutan Serie A. Namun, dua gol di menit-menit pamungkas berhasil mengunci kemenangan 2-0 atas Cremonese. Gol dari Strahinja Pavlovic pada menit ke-89, disusul lesakan Rafael Leao di masa tambahan waktu, memastikan Rossoneri tetap menempel ketat Inter di puncak klasemen. Hasil ini vital demi menjaga asa tipis perburuan scudetto tetap menyala, terutama menjelang Derby della Madonnina pekan depan.

Kemenangan ini kembali merapatkan jarak Milan dengan Inter menjadi 10 poin. Sehari sebelumnya, Nerazzurri berhasil menundukkan Genoa 2-0, yang sempat melebarkan selisih menjadi 13 angka. Dengan demikian, raihan tiga poin di Zini menjadi penentu kelangsungan mimpi juara Milan.

Milan Pesta Gol Akhir Laga Inter Terancam
Gambar Istimewa : gilabola.com

Paruh pertama pertandingan berlangsung alot, dengan Cremonese yang tampil lepas dan berani meladeni permainan Milan. Tim tuan rumah, yang sempat mengejutkan Milan di pekan pertama namun belum meraih kemenangan liga sejak 7 Desember, nyaris memecah kebuntuan pada menit ke-26. Federico Bonazzoli melepaskan sentuhan yang hanya meleset tipis dari tiang kiri gawang Mike Maignan. Tak lama berselang, dari situasi sepak pojok, Jamie Vardy juga gagal mengarahkan tembakannya tepat sasaran.

Milan membalas pada menit ke-34. Youssouf Fofana mengirimkan umpan terobosan akurat kepada Rafael Leao, namun eksekusi sang penyerang Portugal itu masih belum menemui sasaran. Menjelang turun minum, Fofana kembali mengancam, tetapi Emil Audero menunjukkan aksi penyelamatan gemilang untuk menjaga gawangnya tetap perawan.

Memasuki babak kedua, Milan menggenjot agresivitas serangan. Leao kembali memperoleh peluang emas, namun gagal memaksimalkannya. Gempuran tak henti dilancarkan, dengan total skuad yang dipimpin Massimiliano Allegri mencatatkan 20 percobaan tembakan. Metrik expected goals (xG) mereka bahkan menyentuh angka 3,51, unggul telak dari tim tuan rumah yang hanya mencatat 15 percobaan dengan 0,99 xG.

Kendati menguasai jalannya laga, gol yang dinanti tak kunjung tiba. Pada menit ke-86, Niclas Fullkrug menyundul umpan Luka Modric, namun bola melenceng. Saat pertandingan seolah akan berakhir tanpa pemenang, Modric kembali mengirimkan umpan melengkung tiga menit berselang. Bola diteruskan Koni De Winter dan diselesaikan dengan dingin oleh Pavlovic dari jarak dekat, akhirnya meruntuhkan tembok pertahanan Cremonese.

Cremonese yang berniat menyamakan skor, justru dihukum dalam skema serangan balik cepat di masa tambahan waktu. Christopher Nkunku mengirimkan umpan datar ke tengah kotak penalti, yang kemudian diselesaikan dengan sempurna oleh Leao untuk memastikan skor akhir 2-0.

Kemenangan ini juga mengakhiri dahaga gol Milan di kandang Cremonese. Sebelum laga ini, Rossoneri mandul di tiga kunjungan terakhir ke Zini dalam ajang Serie A. Gol terakhir Milan di stadion tersebut tercatat pada 26 September 1993 melalui Jean-Pierre Papin dan Marco Simone.

Hasil ini juga menegaskan produktivitas gol mereka. Setelah takluk 0-1 dari Parma pekan lalu, Milan belum pernah absen mencetak gol dalam dua laga Serie A berturut-turut sejak April 2022.

Dalam tabel klasemen, Milan kini unggul empat poin atas Napoli di posisi ketiga dan memiliki jarak sembilan poin dari Como yang berada di peringkat kelima. Dengan derby melawan Inter di depan mata, raihan tiga poin di Zini bukan sekadar tambahan angka, melainkan sinyal kuat bahwa persaingan scudetto masih jauh dari kata usai.

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post