Ekonesia – Kisah harta karun emas batangan Presiden Soekarno yang konon tersimpan di bank Swiss senilai Rp130 triliun kembali mencuat ke permukaan. Desas-desus ini bahkan menyebut kekayaan fantastis tersebut pernah dipinjam oleh John F Kennedy untuk mendanai pembangunan Amerika Serikat pada era 1960-an. Namun benarkah sang proklamator memiliki simpanan sebesar itu Mari kita telusuri fakta di balik legenda yang menghebohkan ini.
Baca juga: Caicedo ke PSG? Legenda Chelsea Buka Suara!
Faktanya catatan sejarah dan pengakuan langsung Soekarno justru melukiskan potret kehidupan yang jauh berbeda. Dalam wawancaranya dengan jurnalis Amerika Serikat Cindy Adams Soekarno blak-blakan tentang gajinya yang hanya US$220 per bulan tanpa tanah atau rumah pribadi. Ia bahkan pernah dibelikan piyama oleh seorang duta besar karena pakaian tidurnya sudah usang. "Adakah Kepala Negara yang melarat seperti aku dan sering meminjam-minjam dari ajudannya" ujarnya kala itu menggambarkan kondisi finansialnya yang serba terbatas.

Putra sulung Soekarno Guntur Soekarnoputra turut memperkuat gambaran tersebut. Dalam sebuah kolom opini Guntur menegaskan bahwa ayahnya hidup dalam kesederhanaan bahkan sejak sebelum menjadi presiden. Ia kerap meminjam uang dari sahabatnya seperti Agoes Moesin Dasaad. Guntur dengan tegas membantah keberadaan emas berton-ton itu. "Sebagai presiden Bung Karno adalah presiden yang paling miskin di dunia ini. Ia tidak punya tanah tidak punya rumah apalagi logam-logam mulia seperti yang digembar-gemborkan orang selama ini" kata Guntur.
Baca juga: IHSG Anjlok! Apa Penyebabnya?
Guntur juga menyoroti kejanggalan logistik penyimpanan emas sebanyak itu. "Pikir saja kalau emas berton-ton disimpan di bank di Swiss yang saya sendiri pernah ke sana itu ruang penyimpanan uang di Swiss enggak akan muat diisi emas segitu banyak. Jadi saya pikir ini bohong semua ini" tambahnya menegaskan ketidaklogisan cerita tersebut.
Sejarawan terkemuka Indonesia Ong Hok Ham pun ikut menepis narasi kekayaan Soekarno yang beredar luas. Dalam karyanya Kuasa dan Negara Ong mematahkan mitos warisan harta kerajaan Mataram Islam. Ia menjelaskan bahwa kerajaan kuno tidak memiliki kekayaan likuid sebesar itu apalagi dalam bentuk batangan emas. Ong berargumen jika Soekarno benar-benar kaya raya ia tidak akan mengalami kesulitan ekonomi hingga akhir hayatnya.
Dengan demikian berbagai bukti sejarah dan kesaksian langsung menguak bahwa cerita harta karun emas batangan Presiden pertama Indonesia hanyalah sebuah legenda belaka yang tidak berdasar. Informasi ini diharapkan dapat meluruskan kesalahpahaman publik mengenai kekayaan fantastis Soekarno yang selama ini beredar luas.











Tinggalkan komentar