Bank Syariah Makin Moncer Kalahkan Konvensional

Agus Riyadi

25 Februari 2026

2
Min Read

Ekonesia – Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan LPS Anggito Abimanyu melontarkan pernyataan mengejutkan mengenai peta persaingan di sektor perbankan nasional. Ia menilai industri perbankan syariah kini telah mengalami evolusi signifikan, menjadikannya jauh lebih berdaya saing dibandingkan bank konvensional. Pandangan ini bukan sekadar asumsi, melainkan didasari oleh riset akademis mendalam yang telah ia susun.

Anggito bahkan menunjuk kinerja Bank Syariah Indonesia BSI sebagai bukti nyata bahwa bank syariah mampu bersaing ketat, bahkan unggul, baik dari sisi penetapan harga produk maupun kompetisi bisnis secara menyeluruh. "Sekarang ini bank syariah lebih kompetitif daripada konvensional. Saya bisa buktikan dengan penelitian. Pricing-nya kini lebih bersaing," tegas Anggito dalam gelaran Sarasehan 99 Ekonom Syariah Indonesia 2026. Acara yang mengusung tema "Pengarustamaan Ekonomi Syariah Sebagai Pilar Baru Pertumbuhan Ekonomi Nasional" itu berlangsung di Auditorium Menara Bank Mega Jakarta pada Selasa 24 Februari 2026.

Bank Syariah Makin Moncer Kalahkan Konvensional
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Kondisi ini berbalik drastis dari beberapa tahun silam. Di masa lalu bank umum syariah BUS kerap dinilai tertinggal dalam persaingan melawan bank umum konvensional BUK. Bahkan unit usaha syariah UUS yang berada di bawah naungan bank konvensional justru dianggap lebih kompetitif. Hal ini disebabkan UUS diuntungkan oleh sokongan modal jangkauan jaringan serta efisiensi operasional dari bank induknya.

Namun kini konsolidasi industri yang semakin solid dan penguatan permodalan telah memberikan bank syariah posisi tawar yang lebih kokoh. Dari strategi penetapan harga efisiensi operasional hingga perluasan pembiayaan sektor perbankan syariah telah memperlihatkan kemajuan pesat yang signifikan.

Anggito menegaskan bahwa metodologi dan temuan riset yang menjadi dasar pandangannya telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah. Kajian tersebut lengkap dengan pendekatan empiris serta validasi akademis yang kuat.

Selain aspek bisnis yang menguntungkan Anggito juga menyoroti pentingnya dimensi spiritual keagamaan dalam pengembangan ekonomi syariah. Ia menekankan bahwa kepercayaan publik terhadap sistem keuangan berbasis syariah perlu terus diperkuat. Ini adalah bagian integral dari ekosistem bisnis yang tidak hanya selaras dengan prinsip agama tetapi juga terbukti memberikan keuntungan ekonomis yang menjanjikan.

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post