Ekonesia – Inter Milan sukses mengamankan tiga poin penting dalam lanjutan Serie A setelah menaklukkan Lecce 2-0 di Stadion Via del Mare. Kemenangan ini bukan hanya memperlebar jarak mereka di puncak klasemen menjadi 10 angka, tetapi juga diwarnai dengan pencapaian rekor fantastis dari salah satu pemain kuncinya. Meskipun skor akhir terlihat meyakinkan, Nerazzurri harus berjuang keras untuk menembus pertahanan solid tuan rumah.
Baca juga: Sprinto Gebrak Pasar 500 Unit Ludes di GJAW 2025
Sejak peluit awal dibunyikan, Inter langsung mengambil inisiatif serangan, bertekad mendominasi jalannya laga. Namun, Lecce menunjukkan disiplin tinggi dalam bertahan, membuat setiap upaya Inter terbentur tembok kokoh. Beberapa kesempatan emas sempat tercipta, termasuk tendangan voli Luis Henrique yang terdefleksi dan sundulan tipis Francesco Pio Esposito yang memaksa kiper Wladimiro Falcone melakukan penyelamatan refleks gemilang. Marcus Thuram juga tak luput dari pengawasan ketat.

Drama sempat terjadi tujuh menit setelah jeda. Federico Dimarco sempat merayakan gol yang ia lesakkan setelah menyambar umpan silang rendah Thuram. Namun, kegembiraan itu sirna setelah tinjauan VAR menganulir gol tersebut karena Thuram lebih dulu berada dalam posisi offside. Momen ini semakin menambah ketegangan di lapangan.
Baca juga: Badung Atasi Krisis Air Minum Terobosan Baru
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-75. Berawal dari tendangan sudut yang sempat dihalau setengah hati oleh barisan belakang Lecce, Dimarco kembali mengirimkan bola ke kotak penalti. Henrikh Mkhitaryan, yang masuk dari bangku cadangan, menyambutnya dengan tendangan voli kaki bagian dalam yang akurat, merobek jala gawang Lecce.
Tujuh menit berselang, Inter menggandakan keunggulan dengan skema serupa. Lagi-lagi, tendangan sudut dari Federico Dimarco menjadi sumber petaka bagi Lecce. Manuel Akanji melompat paling tinggi untuk menyundul bola masuk, memastikan kemenangan Inter dan mematahkan semangat perlawanan tuan rumah.
Gol kedua ini juga mengukir sejarah bagi Federico Dimarco. Ia menjadi bek pertama dalam dua puluh musim terakhir Serie A yang berhasil mencatatkan setidaknya satu assist dalam lima penampilan beruntun, sebuah capaian yang belum pernah terjadi sejak musim 2006-07.
Kemenangan ini sekaligus menegaskan dominasi Inter di laga tandang. Mereka kini telah memenangi sembilan pertandingan tandang Serie A secara berturut-turut dan mencatatkan enam clean sheet beruntun di luar kandang. Dalam sejarah kompetisi tertinggi Italia, Nerazzurri hanya pernah sekali memiliki rentetan kemenangan tandang yang lebih panjang, yaitu sebelas laga antara Oktober 2006 hingga Maret 2007. Secara statistik, Inter memang pantas meraih tiga poin penuh, dengan expected goals 2,15 berbanding 0,12 milik Lecce, menunjukkan superioritas mereka di lapangan.











Tinggalkan komentar