Ekonesia – Masa depan Marcus Rashford di Camp Nou mendadak diselimuti awan kelabu. Harapan sang penyerang Inggris untuk menetap permanen di Barcelona kini dipertanyakan menyusul pernyataan mengejutkan dari salah satu kandidat kuat presiden klub, Xavi Vilajoana. Vilajoana secara terbuka mengindikasikan keraguannya terhadap opsi akuisisi penuh Rashford, justru menyoroti nama lain yang dianggap lebih prospektif.
Baca juga: Waspada! Cuaca Ekstrem Ancam Listrik Anda!
Situasi ini sontak memicu polemik di kalangan penggemar dan pengamat sepak bola. Apakah raksasa Catalan benar-benar akan melewatkan kesempatan untuk mengikat Rashford, yang saat ini berstatus pinjaman hingga akhir musim?

Barcelona memang memiliki hak pembelian permanen untuk Rashford. Namun, banderol yang mencuat mencapai angka 30 juta euro, atau setara dengan sekitar Rp525 miliar, dinilai masih terlalu tinggi. Vilajoana, dalam pandangannya, menegaskan filosofi yang jelas: prioritas utama Barcelona seharusnya adalah memaksimalkan potensi dari dalam sebelum melirik talenta dari luar.
Baca juga: Liverpool Hancur Siapa Selamatkan Klub?
"Saya selalu berkeyakinan bahwa kita harus melihat ke dalam terlebih dahulu, seperti yang selalu saya katakan, baru kemudian mempertimbangkan opsi eksternal berdasarkan karakteristik pemain yang dibutuhkan," ungkap Vilajoana kepada media. Pernyataan ini secara spesifik mengarah pada satu sosok muda yang belakangan menarik perhatian.
Jan Virgili, winger belia yang kini membela Real Mallorca, disebut-sebut sebagai alternatif serius. Vilajoana secara khusus memuji Virgili sebagai pemain sayap yang luar biasa dan patut dipertimbangkan secara serius. "Sebagai contoh, saya ingin menyebut Jan Virgili, yang sekarang bermain untuk Mallorca. Dia adalah winger hebat. Saya mungkin akan mempertimbangkan untuk mengaktifkan klausul pembelian kembalinya, misalnya, daripada membayar klausul Rashford," jelasnya lebih lanjut.
Performa impresif Virgili di Liga Spanyol musim ini bersama Mallorca memang tidak luput dari perhatian. Penampilannya telah memicu spekulasi kuat mengenai potensi kepindahannya pada bursa transfer musim panas mendatang.
Meski demikian, Vilajoana juga menekankan bahwa keputusan transfer bukanlah wewenang tunggal seorang presiden. "Bukan berarti presiden datang dan langsung membuat keputusan. Presiden datang, mengajukan opsi, alternatif dipertimbangkan, didiskusikan, lalu keputusan diambil," paparnya. Ia juga menegaskan bahwa kendala finansial tidak akan menjadi penghalang jika Rashford memang dianggap sebagai pilihan terbaik dari sudut pandang olahraga. "Yang jelas bagi saya, jika itu dianggap sebagai keputusan terbaik secara olahraga, maka dana akan tersedia untuk mewujudkannya."
Barcelona sendiri dikabarkan masih menaruh minat untuk mempertahankan bintang asal Inggris tersebut, namun mereka berharap bisa menegosiasikan penurunan harga 30 juta euro yang dipatok saat ini. Kini, pertanyaan krusial bukan lagi sekadar soal kualitas individu, melainkan arah kebijakan klub. Akankah Barcelona memilih pengalaman Marcus Rashford atau bertaruh pada potensi menjanjikan Jan Virgili? Bursa transfer musim panas akan menjadi panggung penentu.











Tinggalkan komentar