Presiden Klub Terlibat Bentrok Panas

El-Shinta

18 Februari 2026

2
Min Read

Ekonesia – Suasana panas yang menyelimuti pertandingan playoff Liga Champions antara Real Madrid dan Benfica ternyata tidak berakhir di lapangan hijau. Sebuah insiden mengejutkan dilaporkan terjadi di terowongan Stadion Estadio da Luz, melibatkan Presiden Benfica, Rui Costa, dengan salah satu staf delegasi Real Madrid. Rekaman video yang beredar memicu spekulasi tentang adanya gesekan serius pasca-laga sengit tersebut.

Pertandingan yang mempertemukan raksasa Spanyol dan wakil Portugal itu memang berlangsung dalam tensi tinggi. Laga sempat terhenti sekitar sepuluh menit pada babak kedua setelah bintang Real Madrid, Vinicius Jr, melaporkan dugaan pelecehan rasial. Ia menuding pemain Benfica, Prestianni, melontarkan ujaran rasisme sambil menutupi mulutnya dengan kaus. Wasit Francois Letexier pun segera memberikan isyarat sebagai tanda adanya insiden rasisme.

Presiden Klub Terlibat Bentrok Panas
Gambar Istimewa : gilabola.com

Setelah peluit panjang berbunyi, kontroversi semakin memanas. Vinicius Jr melalui akun Instagram-nya menegaskan bahwa "rasis adalah pengecut". Sebaliknya, Prestianni membantah keras tuduhan tersebut, bahkan mengklaim telah menerima ancaman dari para pemain Real Madrid. Situasi di lapangan yang sudah tegang, di mana pelatih kepala Benfica sendiri sempat diganjar kartu merah, disebut-sebut berlanjut hingga ke area terowongan stadion.

Jurnalis COPE, Manolo Lama, menjadi salah satu yang pertama mengklaim adanya konfrontasi fisik di ruang ganti. Menurut Lama, Presiden Rui Costa terlibat dalam insiden tersebut. Laporan menyebutkan bahwa keributan bermula ketika seorang anggota tim komunikasi Real Madrid terlihat merekam interaksi antar pemain. Costa, yang diduga meminta proses perekaman dihentikan, dilaporkan menyingkirkan tangan dari kamera dan dua kali menyentuh tubuh staf tersebut sebagai isyarat agar tidak lagi merekam.

Menanggapi tudingan ini, Benfica segera mengeluarkan pernyataan resmi yang membantah keras. Klub menegaskan bahwa Presiden Sport Lisboa e Benfica sama sekali tidak terlibat dalam argumen atau konfrontasi fisik dengan anggota Real Madrid. Mereka menyebut tuduhan tersebut "sepenuhnya salah dan tidak berdasar."

Selain isu bentrok di terowongan, Benfica juga merespons tuduhan rasisme yang mewarnai pertandingan. Melalui akun resmi X mereka, @SLBenfica, klub mempublikasikan video dari sudut pandang penonton. Rekaman itu memperlihatkan momen ketika para pemain Real Madrid bersiap melanjutkan pertandingan, serta saat Vinicius berlari melaporkan insiden tersebut kepada ofisial. Benfica berargumen bahwa, berdasarkan jarak yang terlihat dalam video, tidak mungkin bagi para pemain Real Madrid untuk mendengar apa yang mereka klaim telah didengar.

Serangkaian kontroversi ini menambah daftar panjang drama dalam duel antara dua tim elite Eropa. Baik dugaan rasisme maupun klaim keributan di terowongan masih menjadi perdebatan sengit, dengan masing-masing pihak menyajikan versi cerita mereka sendiri.

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post