Mbappe Murka Pemain Ini Dilarang Main Seumur Hidup

El-Shinta

18 Februari 2026

3
Min Read

Ekonesia – Bintang Paris Saint-Germain, Kylian Mbappe, melontarkan kecaman keras dan mendesak otoritas sepak bola Eropa menjatuhkan sanksi terberat bagi gelandang Benfica, Gianluca Prestianni. Pemain muda tersebut diduga kuat melontarkan ujaran rasis kepada penyerang Real Madrid, Vinicius Jr, dalam laga Liga Champions yang berlangsung sengit di Estadio da Luz. Insiden memalukan ini terjadi sesaat setelah Real Madrid memastikan kemenangan tipis 1-0.

Ketegangan memuncak di lapangan hijau setelah Vinicius Jr mencetak gol tunggal yang mengamankan tiga poin bagi Los Blancos. Alih-alih merayakan kemenangan, suasana berubah keruh ketika Vinicius terlibat adu mulut dengan Prestianni. Situasi memanas hingga memaksa pertandingan sempat terhenti selama kurang lebih sepuluh menit. Vinicius bahkan sempat berniat meninggalkan lapangan setelah mendengar perkataan yang disebutnya berasal dari arah Prestianni.

Mbappe Murka Pemain Ini Dilarang Main Seumur Hidup
Gambar Istimewa : gilabola.com

Mbappe, yang dikenal vokal terhadap isu rasisme, tidak tinggal diam. Berbicara kepada Tribuna pasca pertandingan, striker Prancis berusia 27 tahun itu menyatakan bahwa tindakan Prestianni, jika terbukti benar, adalah pelanggaran yang tak bisa ditoleransi. "Prestianni seharusnya tidak lagi diizinkan bermain di Liga Champions," tegas Mbappe dengan nada geram.

Ia mengungkapkan sempat bertanya kepada Vinicius mengenai langkah yang ingin diambil. "Saya bertanya kepada Vini apa yang ingin dia lakukan. Dia menjawab, ‘Ya, kita akan meninggalkan lapangan’," cerita Mbappe. Menurutnya, publik mungkin mencemooh tanpa mengetahui detail perkataan yang diucapkan. "Kita harus bertindak. Kita tidak bisa membiarkan hal seperti ini. Saya berharap ada langkah konkret. Kita harus menjadi contoh bagi anak-anak. Ada hal-hal yang tidak bisa diterima," tambahnya.

Mbappe bahkan membeberkan detail dugaan ujaran Prestianni. Ia menyebut pemain bernomor punggung 25 itu sengaja menutupi mulutnya dengan jersey saat melontarkan kata-kata. "Pemain Benfica nomor 25, saya tidak akan menyebut namanya karena dia tidak pantas… dia menutup mulutnya dengan jersey untuk mengatakan ‘Vini adalah monyet’ sebanyak lima kali," ungkap Mbappe. "Saya mendengarnya sendiri. Pemain seperti itu tidak layak berkompetisi di Liga Champions."

Meskipun Prestianni baru berusia 20 tahun, Mbappe menegaskan usia muda bukanlah pembenaran. "Saya tidak mengatakan saya sempurna, tetapi saya tidak akan membiarkan hal seperti itu. Dia masih muda. Bagaimana bisa seseorang mengatakan hal seperti itu di lapangan sepak bola?" tanyanya.

Berdasarkan Regulasi Disiplin UEFA, khususnya Pasal 14 yang mengatur rasisme dan perilaku diskriminatif, pemain yang terbukti bersalah dapat dikenai larangan bermain minimal 10 pertandingan atau sanksi lain yang dianggap sesuai. Aturan ini mencakup tindakan yang merendahkan martabat seseorang berdasarkan ras, warna kulit, atau asal etnis. Jika tuduhan terhadap Prestianni terbukti, hukuman berat menanti di depan mata.

Insiden ini kembali menyoroti Vinicius Jr yang beberapa kali menjadi sasaran rasisme dalam beberapa musim terakhir. Kini, semua mata tertuju pada proses investigasi dan keputusan tegas yang akan diambil oleh otoritas sepak bola Eropa.

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post