Rahasia Besar Seleksi Direksi BUMN Terbongkar

Agus Riyadi

10 Februari 2026

2
Min Read

Ekonesia – Seringkali muncul pertanyaan di benak publik mengenai bagaimana para pimpinan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dipilih. Namun, Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Dony Oskaria, baru-baru ini membuka tabir di balik proses tersebut. Ia dengan tegas menyatakan bahwa penunjukan direksi BUMN bukanlah proses sembarangan, melainkan melalui serangkaian seleksi yang sangat ketat dan transparan. Danantara bahkan menggandeng tiga konsultan profesional dan puluhan panelis ahli untuk menjamin objektivitasnya.

Dalam gelaran CNBC Indonesia Economic Outlook 2026 di Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026), Dony Oskaria membeberkan secara rinci mekanisme penjaringan talenta terbaik untuk memimpin perusahaan-perusahaan milik negara. Menurutnya, Danantara menerapkan metode yang adil dan terbuka di setiap tahapan perekrutan.

Rahasia Besar Seleksi Direksi BUMN Terbongkar
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Proses seleksi diawali dengan penilaian kompetensi dasar yang didukung oleh tiga konsultan terkemuka. Setelah berhasil melewati saringan awal ini, para kandidat direksi BUMN akan menghadapi sesi wawancara mendalam. Tidak tanggung-tanggung, ada 20 orang dewan penilai yang terlibat, terdiri dari sepuluh Managing Directors (MDs) Danantara dan sepuluh lainnya berasal dari Badan Pembina BUMN. "Jadi, anggapan bahwa direksi BUMN hanya ditunjuk-tunjuk itu sama sekali tidak benar," tegas Dony, menepis rumor yang kerap beredar.

Setelah melewati serangkaian seleksi yang cermat, Danantara akan merangkum seluruh hasil penilaian dan mengajukan daftar nama-nama calon direksi yang dinilai paling layak. Meskipun demikian, otoritas tertinggi untuk mengangkat Direktur dan Komisaris BUMN tetap berada di tangan Badan Pembina BUMN.

Dony juga mengungkapkan bahwa Danantara tidak ragu untuk mencari talenta terbaik hingga ke mancanegara jika memang diperlukan. Ia mencontohkan bagaimana mantan CEO Coca Cola kini bergabung dengan Semen Indonesia (SMGR) dan Direktur HR Unilever yang kini berkarya di Telkom Indonesia (TLKM). "Kami merekrut orang-orang terbaik dari berbagai latar belakang untuk memimpin BUMN," ujarnya.

Prioritas utama dalam pemilihan pemimpin BUMN adalah keselarasan antara pengalaman kandidat dengan tanggung jawab pekerjaan yang akan diemban. Meskipun kompetensi adalah syarat mutlak, Dony menjelaskan bahwa bobotnya hanya sekitar 20%. Porsi terbesar, yaitu 80%, diberikan pada karakter, terutama integritas. Hal ini krusial mengingat para direksi akan mengemban amanah besar dalam mengelola aset negara.

Sebagai langkah terakhir, setelah semua penilaian dan asesmen selesai, dilakukan pemeriksaan latar belakang (background checking) secara menyeluruh. "Bahkan, Bapak Presiden menempatkan tim khusus untuk memastikan setiap calon direktur memiliki rekam jejak yang bersih dan integritas yang tak diragukan," pungkas Dony, menegaskan keseriusan pemerintah dalam memilih pemimpin BUMN.

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post