Ekonesia – Proyeksi ekonomi global hingga tahun 2026 masih diselimuti awan kelabu. Berbagai tantangan seperti ketegangan geopolitik, ketidakpastian kebijakan, serta tekanan perdagangan diprediksi akan terus membayangi, menciptakan kondisi yang rentan dan penuh gejolak. Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan OECD bahkan memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia hanya akan mencapai angka 2,9% pada 2026, sebuah perlambatan signifikan dari tahun sebelumnya.
Baca juga: Rahasia Sukses MDI Ventures: Tata Kelola Investasi yang Tak Tertandingi!
Di tengah ancaman kemerosotan finansial global, seorang pakar investasi terkemuka, Robert Kiyosaki, penulis buku laris "Rich Dad Poor Dad", melontarkan peringatan keras. Ia mengungkapkan tiga jenis aset yang disebutnya sebagai benteng pertahanan terbaik menghadapi potensi "kiamat" finansial yang mungkin terjadi. Kiyosaki secara tegas menyarankan para investor untuk segera mengakumulasi emas, perak, dan Bitcoin (BTC).

Kiyosaki menunjuk pada apa yang ia ibaratkan sebagai "tiga antek" yang mengendalikan Gedung Putih, Departemen Keuangan AS, dan Federal Reserve sebagai pemicu utama krisis yang akan datang. "Karena Gedung Putih, Departemen Keuangan AS, dan The Fed, kemungkinan depresi hebat berikutnya akan terjadi. Mungkin juga perang. Bagi jutaan orang, masa-masa sulit akan segera tiba," ujarnya. Namun, ia menambahkan, bagi mereka yang memiliki pola pikir tepat dan persiapan matang, depresi besar berikutnya justru akan menjadi periode terbaik dalam hidup mereka. "Mohon bersiap. Jaga diri Anda. Beli emas, perak, Bitcoin," tegas Kiyosaki.
Baca juga: Rahasia Token Listrik Diskon 50%!
Kritik tajam Kiyosaki terhadap lembaga pemerintah dan bank sentral bukanlah hal baru. Ia telah lama menuduh mereka gagal dalam mengelola perekonomian secara efektif, bahkan menyebut mereka sebagai "keluarga Adams" atau "kartun yang membunuh perekonomian." Menurutnya, entitas-entitas ini "bukan teman kita" dan perekonomian global sedang "dalam masalah serius."
Seperti diberitakan ekonosia.com sebelumnya, penasihat keuangan ini berpandangan bahwa pemerintah menunjukkan minimnya kepedulian terhadap kesejahteraan warganya. Ia menggarisbawahi bahwa satu-satunya cara untuk melindungi diri dan orang-orang terkasih adalah dengan bekerja keras, membelanjakan uang secara bijak, dan berinvestasi pada aset riil seperti emas, perak, dan Bitcoin.
Kiyosaki juga dikenal sebagai pengkritik vokal terhadap kebijaksanaan keuangan konvensional dan seorang advokat kuat bagi pendidikan finansial sebagai kunci menuju kemakmuran. Peringatan terbarunya mengenai potensi Depresi Hebat ini selaras dengan pandangan-pandangan sebelumnya tentang kecerdasan finansial dan strategi investasi, di mana ia selalu menganjurkan tiga kelas aset tersebut.
Ia secara khusus mengingatkan agar tidak mengumpulkan produk investasi tradisional yang ia anggap tidak bernilai. Kategori ini mencakup uang kertas, saham, obligasi, reksa dana, dan dana yang diperdagangkan di bursa (ETF). Kiyosaki berpendapat bahwa jenis investasi inilah yang sering dipilih oleh masyarakat miskin dan kelas menengah, yang bekerja keras untuk mendapatkan penghasilan "palsu" yang dikenakan pajak, menjanjikan gaji konsisten namun tanpa jaminan pekerjaan.











Tinggalkan komentar