Ekonesia – PT Bank Tabungan Negara Persero Tbk atau BTN membuat gebrakan signifikan dalam mendukung keberlanjutan lingkungan melalui sektor properti. Bank pelat merah ini menargetkan pembiayaan pembangunan 150.000 unit rumah rendah emisi RRE hingga tahun 2029 mendatang sebuah langkah strategis menuju masa depan hunian yang lebih hijau.
Baca juga: Liverpool Siapkan Kejutan! 100 Juta Euro untuk Duo Barca?
Ambisi BTN tidak berhenti di situ Direktur Manajemen Risiko BTN Setiyo Wibowo mengungkapkan bahwa jumlah rumah rendah emisi yang didanai perseroan bahkan bisa mencapai 200.000 unit pada tahun 2030. Program inovatif ini sendiri telah digulirkan sejak kuartal keempat 2024 menunjukkan komitmen serius BTN terhadap pembangunan berkelanjutan.

"Hingga 2029 kami berharap dapat merealisasikan 150 ribu unit rumah rendah emisi dan proyeksi kami hingga 2030 bisa mencapai 200 ribu unit" ujar Setiyo dalam sebuah media briefing di Perumahan Mutiara Gading City Bekasi Utara Rabu 4 Januari 2026. Ia menekankan pentingnya ketersediaan material khusus untuk RRE yang mengedepankan efisiensi energi air serta pengelolaan dan pengurangan sampah.
Setiyo juga memaparkan capaian impresif BTN di tahun 2025. Pada periode tersebut BTN telah berhasil mendanai 11.412 unit RRE. Angka ini setara dengan upaya menanam 2.627 pohon setiap tahun atau mengurangi emisi karbon dioksida sebesar 157,6 ton. "Tahun lalu 2025 kami telah menyelesaikan 11 ribu unit rumah yang ekuivalen dengan penanaman ribuan pohon per tahun. Ini membuktikan bahwa bisnis tetap berjalan seiring dengan komitmen terhadap kelestarian lingkungan" jelasnya.
Dengan rata-rata pembiayaan RRE sebesar Rp200 juta per unit total portofolio pembiayaan rumah rendah emisi BTN saat ini telah mencapai sekitar Rp2,28 triliun. Angka ini menegaskan posisi BTN sebagai pionir dalam mendorong sektor perumahan yang lebih ramah lingkungan di Indonesia.











Tinggalkan komentar