Drama Kanjuruhan Dua Gol Tamu Dianulir

El-Shinta

2 Februari 2026

3
Min Read

Ekonesia – Stadion Kanjuruhan Malang menjadi saksi bisu sebuah laga penuh drama saat Arema FC menjamu Persijap Jepara dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026 pekan ke-19. Pertandingan yang digelar pada Senin sore, 2 Februari 2026, berakhir dengan skor tipis 1-0 untuk kemenangan tuan rumah. Namun, sorotan utama tertuju pada dua gol tim tamu yang dianulir wasit, memicu perdebatan sengit di lapangan.

Kemenangan ini menjadi angin segar bagi Arema FC, yang sukses bangkit setelah pekan sebelumnya menelan kekalahan. Tiga poin krusial ini mengatrol posisi Singo Edan di klasemen sementara. Di sisi lain, Persijap Jepara harus menelan pil pahit, gagal melanjutkan tren positif mereka setelah sempat meraih kemenangan di laga sebelumnya, mengakhiri rentetan 12 pertandingan tanpa kemenangan. Meskipun kalah, Laskar Kalinyamat menunjukkan performa yang luar biasa, berani menekan dan menciptakan banyak peluang berbahaya.

Drama Kanjuruhan Dua Gol Tamu Dianulir
Gambar Istimewa : gilabola.com

Sejak peluit awal dibunyikan, kedua tim langsung beradu strategi dengan tempo tinggi. Persijap Jepara bahkan sempat mengejutkan publik tuan rumah di menit kelima. Gelandang serang mereka, Borja Herrera, berhasil lolos dari kawalan ketat bek Arema dan menceploskan bola ke gawang Adi Satryo. Namun, kegembiraan tim tamu tak berlangsung lama setelah hakim garis mengangkat bendera, menandakan posisi offside. Gol tersebut pun dibatalkan, membuat Persijap harus berjuang lebih keras.

Ancaman dari Persijap tak berhenti di situ. Beberapa menit berselang, kiper Arema FC, Adi Satryo, nyaris melakukan blunder fatal saat mencoba memotong serangan lawan, namun beruntung gawangnya tetap aman. Herrera kembali mengancam di menit ke-21 dengan sepakan dari luar kotak penalti, namun bola masih melebar tipis dari sasaran.

Arema FC pun tak tinggal diam. Matheus Blade sempat mendapatkan dua peluang emas di menit ke-25 dan ke-31, namun tembakannya berhasil dimentahkan dengan gemilang oleh kiper Persijap, Sendri Johansah.

Kebuntuan akhirnya pecah di menit ke-36. Berawal dari tendangan keras Rio Fahmi, bola membentur tubuh Hansamu Yama dan berbelok arah, mengecoh kiper Persijap sebelum akhirnya bersarang di jala gawang. Gol ini menjadi satu-satunya yang sah di pertandingan tersebut, membawa Arema FC unggul 1-0. Dua pemain pinjaman dari Persija Jakarta, Rio Fahmi dan Hansamu Yama, terbukti menjadi aktor penting dalam gol penentu ini. Menjelang turun minum, Persijap sempat mendapat peluang dari tendangan bebas Herrera, namun bola melambung di atas mistar gawang.

Memasuki babak kedua, Persijap Jepara kembali tampil agresif. Di menit ke-57, mereka berhasil menyamakan kedudukan lewat skema serangan apik yang melibatkan tiga pemain asal Spanyol. Umpan matang berhasil dimanfaatkan Carlos Franca untuk menjebol gawang Arema. Namun, lagi-lagi, gol tersebut memicu protes dari kubu tuan rumah. Setelah melalui tinjauan VAR yang cukup lama, wasit memutuskan untuk menganulir gol tersebut karena posisi offside, membuat Persijap harus gigit jari untuk kedua kalinya.

Meski dua golnya dianulir, Persijap tak menyerah. Mereka terus berupaya mencari gol penyama kedudukan di sisa waktu pertandingan, namun solidnya pertahanan Arema FC berhasil menggagalkan setiap serangan. Di masa injury time, Arema FC bahkan nyaris menggandakan keunggulan melalui Joel Vinicius, namun sepakannya masih melambung di atas gawang.

Dengan tambahan tiga poin ini, Arema FC merangkak naik ke peringkat ke-11 klasemen sementara dengan koleksi 24 poin. Sementara itu, Persijap Jepara masih tertahan di posisi ke-16 dengan 12 poin, harus puas dengan hasil yang diwarnai kontroversi ini.

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post