Liverpool Krisis Pertahanan Incar Bintang Muda

El-Shinta

30 Januari 2026

2
Min Read

Ekonesia – Jendela transfer musim panas kian menyempit namun badai masalah justru menerpa Liverpool. Di tengah sorotan tajam terhadap lini belakang yang rapuh, nama bek muda berbakat Jeremy Jacquet mencuat sebagai target krusial, memicu perdebatan sengit di Anfield terkait kebijakan transfer mereka yang menuai banyak kritik.

Dulu dikenal sebagai benteng tak tertembus di Eropa, pertahanan The Reds kini menjadi titik lemah yang memprihatinkan. Statistik berbicara: 32 gol bersarang di gawang mereka hanya dalam 23 laga Premier League musim ini. Kekalahan memalukan 3-2 dari Bournemouth menjadi bukti nyata, menyoroti performa Virgil van Dijk yang tak lagi perkasa serta serangkaian cedera yang melanda skuad.

Liverpool Krisis Pertahanan Incar Bintang Muda
Gambar Istimewa : gilabola.com

Daftar pemain yang tumbang kian panjang. Geovanni Leoni dan Conor Bradley dipastikan menepi hingga akhir musim. Joe Gomez dan Jeremie Frimpong kerap diganggu masalah kesehatan, sementara Ibrahima Konate menunjukkan penurunan performa dan sempat absen karena urusan pribadi. Situasi ini jelas mengikis kedalaman skuad di lini belakang.

Di tengah kegalauan ini, sorotan beralih pada Jeremy Jacquet, bek muda milik Stade Rennais. Pemain berusia 20 tahun ini digadang-gadang memiliki potensi luar biasa untuk masa depan. Penampilannya yang konsisten dan reguler di Ligue 1, dengan 18 kali turun lapangan musim ini, telah menarik perhatian banyak klub raksasa Eropa.

Namun, jalan Liverpool untuk mendapatkan Jacquet tidaklah mulus. Mereka harus bersaing ketat dengan klub-klub elite seperti Chelsea dan Bayern Munchen. Lebih jauh, Stade Rennais enggan melepas aset berharganya itu di tengah musim. Klub Prancis tersebut meyakini bahwa perkembangan Jacquet akan lebih maksimal jika tidak terganggu proses adaptasi di lingkungan baru, dan mereka percaya sang bek akan terus meningkat nilai jualnya di masa mendatang.

Di sisi lain, kritikus sepak bola Paul Merson melontarkan pandangan pedasnya terhadap kebijakan transfer Liverpool. Menurutnya, pengeluaran fantastis mencapai Rp 10 triliun selama musim panas lalu terbukti tidak efektif. Merson berpendapat, fokus berlebihan pada lini serang mengabaikan penguatan kedalaman skuad di sektor lain, menciptakan ketidakseimbangan yang kini menyulitkan tim saat menghadapi jadwal padat dan badai cedera.

Pengejaran Jeremy Jacquet di tengah musim ini menyimpan risiko besar bagi Liverpool. Dengan usia yang masih sangat muda, 20 tahun, ia diragukan mampu menjadi penambal lubang pertahanan secara instan, terlebih dengan banderol fantastis yang kabarnya mencapai Rp 1,2 triliun. Proses adaptasi di paruh kedua musim seringkali tidak mudah, sehingga opsi menunda perekrutan hingga musim depan mungkin menjadi pilihan yang lebih bijak.

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post