Ekonesia – Raksasa Spanyol Real Madrid kini dihadapkan pada kenyataan pahit di kancah Liga Champions. Klub peraih gelar terbanyak Eropa ini gagal mengamankan tiket otomatis ke babak 16 besar, memaksa mereka menjalani jalur playoff yang penuh risiko. Undian di Nyon akan menjadi penentu nasib Los Blancos, yang kini terancam tersingkir lebih awal dari kompetisi favorit mereka.
Baca juga: Zita Anjani Terpesona Surga Tersembunyi Lampung
Atmosfer Santiago Bernabeu masih diselimuti kekecewaan mendalam. Malam Eropa yang biasanya penuh euforia, kini meninggalkan jejak getir. Real Madrid, yang dikenal sebagai penguasa kompetisi ini, harus mengakui bahwa perjalanan mereka menuju trofi ke-16 musim ini tidak akan semulus yang dibayangkan. Jalan di depan kini terasa lebih panjang, dan jauh lebih berbahaya.

Kekalahan Pahit yang Mengubah Segalanya
Baca juga: Nuklir, Tak Dibahas? Prabowo ke Rusia Fokus Apa?
Sebelum laga terakhir fase liga, El Real sejatinya berada di posisi yang cukup aman, bertengger di peringkat ketiga. Tiket langsung menuju babak gugur sudah di depan mata. Namun, semua harapan itu runtuh dalam satu malam yang kelam. Kekalahan telak 4-2 dari Benfica asuhan Jose Mourinho menjadi mimpi buruk. Madrid tampil goyah, kehilangan fokus, dan akhirnya terlempar dari delapan tim teratas.
Hasil tersebut membuat mereka finis di peringkat kesembilan, satu strip di bawah zona aman. Bagi klub lain, posisi ini mungkin masih bisa diterima, namun tidak untuk Real Madrid. Klub dengan DNA juara Eropa ini terbiasa melenggang santai ke fase gugur. Kini, mereka harus melewati babak penentuan, menambah dua laga krusial, meningkatkan risiko cedera, dan memicu tekanan yang luar biasa.
Dua Ancaman Serius Mengintai Madrid
Real Madrid kini telah mengetahui dua kemungkinan lawan yang siap menghadang di babak playoff. Karena finis di peringkat kesembilan, mereka akan berhadapan dengan tim peringkat 23 atau 24 fase liga. Dua nama ini menjadi sorotan utama:
Benfica: Api Balas Dendam yang Membara
Nama Benfica kembali menghantui. Klub Portugal itu baru saja memberikan pukulan telak kepada Madrid. Gol sundulan kiper Anatoliy Trubin di menit ke-98 menjadi simbol kekacauan malam itu, di mana Madrid bermain dengan sembilan pemain. Benfica tampil tanpa rasa takut dan lolos ke fase gugur berkat selisih gol. Jika kembali bertemu, laga dipastikan akan berlangsung panas, penuh gengsi, dan berpotensi menjadi ajang balas dendam yang mendebarkan.
Bodø/Glimt: Kuda Hitam dari Lingkaran Arktik
Opsi lainnya adalah Bodø/Glimt, klub asal Norwegia yang finis di peringkat 23. Di atas kertas, mereka mungkin terlihat lebih ringan. Namun, jangan remehkan. Mereka baru saja mengejutkan Manchester City di Arctic Circle, membuktikan bahwa mereka bukan tim sembarangan. Permainan cepat, fisik kuat, dan kondisi cuaca ekstrem bisa menjadi jebakan serius bagi tim tamu, termasuk Real Madrid.
Nasib Los Blancos akan segera ditentukan di meja undian. Di sanalah, masa depan Madrid di Eropa akan diputuskan. Tambahan dua laga berarti jadwal yang makin padat, risiko cedera meningkat, dan rotasi pemain makin sulit. Apakah skuad Madrid cukup kuat untuk bertahan di semua kompetisi, atau justru playoff ini akan menjadi titik balik yang menentukan musim mereka?
Ekonesia – Situasi ini mungkin tidak sepenuhnya buruk bagi Real Madrid. Justru, babak playoff bisa menjadi peringatan dini yang keras bagi Carlo Ancelotti dan para pemainnya. Ini sinyal bahwa musim ini tidak bisa dijalani dengan setengah hati. Madrid terlihat terlalu nyaman di beberapa laga fase liga, kurang intens, kurang agresif, dan kurang lapar. Playoff memaksa mereka kembali ke mode bertahan hidup. Laga dua leg ini bisa menjadi momentum untuk memulihkan mentalitas pemenang. Jika Madrid lolos dengan meyakinkan, kepercayaan diri mereka akan melonjak drastis. Sejarah selalu berpihak pada klub yang terbiasa menderita sebelum akhirnya berjaya.











Tinggalkan komentar