Ekonesia – Stadion Gelora Bumi Kartini menjadi saksi bisu kebangkitan Persijap Jepara. Dalam laga pekan ke-18 BRI Super League 2025-2026, Laskar Kalinyamat secara mengejutkan berhasil menumbangkan tim raksasa PSM Makassar dengan skor meyakinkan 2-0. Kemenangan ini bukan sekadar tiga poin biasa, melainkan penanda berakhirnya rentetan 12 pertandingan tanpa kemenangan yang membelenggu tim kebanggaan Kota Ukir.
Baca juga: Ultimatum Guler Guncang Madrid!
Persijap langsung tancap gas sejak peluit kick-off dibunyikan, menunjukkan determinasi tinggi untuk keluar dari zona degradasi. Hanya butuh lima menit bagi Carlos Franca untuk membuka keunggulan, memanfaatkan blunder lini belakang PSM yang gagal mengantisipasi bola dengan sempurna di depan gawang. Dua menit berselang, Alexis Gomez nyaris menggandakan skor, namun Dewi Fortuna belum berpihak setelah tendangannya membentur tiang gawang.

Skuad Juku Eja tampak limbung di babak pertama, terutama dengan absennya dua pilar penting, Gledson Paixao dan Savio Roberto, yang biasanya menjadi motor serangan. Situasi semakin panas ketika gol Iker Guarrotxena, salah satu rekrutan anyar Persijap, sempat dianulir wasit setelah tinjauan VAR menunjukkan posisi offside. Drama VAR berlanjut menjelang akhir babak pertama saat Yuran Fernandes yang sempat diganjar kartu merah, akhirnya hanya menerima kartu kuning setelah wasit meninjau ulang insiden pelanggaran terhadap Iker.
Baca juga: Kejutan! Merger Multifinance Kembali Terjadi?
Memasuki babak kedua, intensitas permainan tidak menurun. Persijap tetap berambisi menambah pundi-pundi gol, sementara PSM mati-matian mengejar ketertinggalan. Namun, pertahanan Laskar Kalinyamat yang digalang dengan solid membuat para penyerang PSM frustrasi. Justru, gawang Reza Arya kembali bergetar.
Pada menit ke-62, Iker Guarrotxena berhasil memanfaatkan kemelut di depan gawang PSM, menyusul kesalahan lini belakang tim tamu. Gol ini menggandakan keunggulan tuan rumah menjadi 2-0, sekaligus mengunci kemenangan penting bagi Persijap. Upaya keras tim asuhan Tomas Trucha untuk memperkecil ketertinggalan hingga akhir laga tak membuahkan hasil, memastikan Persijap meraih kemenangan sensasional.
Tambahan tiga poin krusial ini mengangkat posisi Persijap ke peringkat 16 dengan total 12 poin, kini hanya berjarak empat angka dari zona aman. Sementara itu, PSM Makassar harus puas tertahan di posisi ke-12 dengan koleksi 19 poin.
Kemenangan dramatis ini bisa menjadi titik balik krusial bagi Persijap Jepara dalam perjuangan mereka menghindari degradasi. Kehadiran pemain baru seperti Borja Herrera dan Iker Guarrotxena terbukti memberikan suntikan semangat dan kualitas yang signifikan, mengubah wajah tim menjadi lebih kompetitif. Jika konsistensi ini dapat dipertahankan, Laskar Kalinyamat memiliki peluang besar untuk keluar dari jerat zona merah.
Di sisi lain, kekalahan ini menjadi alarm bagi PSM Makassar, terutama terkait ketergantungan pada beberapa pemain kunci. Absennya pilar utama jelas mempengaruhi performa tim, menyoroti kebutuhan akan kedalaman skuad yang lebih merata untuk menghadapi ketatnya persaingan liga.











Tinggalkan komentar