Ekonesia – Bursa transfer Eropa kembali memanas setelah dua klub raksasa Premier League, Manchester United dan Chelsea, dikabarkan tengah membidik penjaga gawang AS Roma, Mile Svilar. Kiper asal Belgia ini menjadi komoditas panas dengan nilai fantastis yang disebut-sebut mencapai Rp 1,2 triliun. Angka ini sontak mengejutkan banyak pihak, mengingat perjalanan kariernya yang penuh liku.
Baca juga: Rahasia Sukses UMKM Tembus Pasar Global!
Svilar, yang tiba di Roma dengan status bebas transfer dari Benfica pada musim panas 2022, awalnya tidak banyak diperhitungkan. Reputasinya kala itu bahkan diwarnai beberapa blunder yang kurang meyakinkan. Namun, dalam dua musim terakhir, performanya di bawah mistar gawang Giallorossi mengalami peningkatan drastis. Ia menunjukkan kedewasaan dan konsistensi yang menjadikannya pilihan utama tak tergantikan di skuad ibu kota Italia.

Perkembangan Svilar sangat mencolok. Saat pertama kali bergabung, nilai pasarnya hanya sekitar Rp 31 miliar. Berkat penampilan gemilangnya, terutama di musim ini dengan 27 penampilan di semua kompetisi (20 di antaranya di Serie A), nilai pasarnya kini melonjak hingga Rp 608 miliar. Di Serie A, ia dikenal dengan refleks cepat, ketenangan dalam situasi satu lawan satu, serta distribusi bola yang semakin matang. Transformasi ini jauh berbeda dari masa-masanya di Benfica yang kerap inkonsisten. Lingkungan kompetitif di Italia terbukti menjadi katalisator bagi Svilar untuk berkembang menjadi kiper yang lebih komplet dan disiplin secara taktis, menjadikannya aset berharga bagi Roma.
Baca juga: BRI: Dorong Warga Binaan Sukses Lewat IPPA Fest!
Di sisi lain, Chelsea sedang mencari solusi permanen untuk posisi penjaga gawang. Inkonsistensi Robert Sanchez, yang kembali terlihat saat kekalahan 2-3 dari Arsenal di semifinal Piala Carabao, menjadi sorotan. Svilar dinilai sebagai target realistis yang cocok dengan profil kiper modern yang dibutuhkan The Blues. Namun, kendala Financial Fair Play (FFP) kemungkinan besar akan mempersulit upaya transfer pada jendela Januari ini.
Manchester United juga dilaporkan tengah mempertimbangkan peluang untuk mendatangkan Svilar. Setan Merah berharap bisa melepas Andre Onana secara permanen, sementara Altay Bayindir belum sepenuhnya meyakinkan saat diberi kesempatan sebagai starter. Situasi ini membuka celah bagi United untuk mencari opsi baru di bawah mistar.
Bagi AS Roma, ketertarikan dua klub besar ini merupakan skenario bisnis yang nyaris sempurna. Mereka mendatangkan Svilar tanpa biaya transfer, dan kini mematok harga selangit, mencapai Rp 1,2 triliun, untuk bersedia melepas kiper andalan mereka. Ini menunjukkan betapa berharganya Svilar di mata manajemen klub.
Analisis pasar menunjukkan bahwa Chelsea memang memiliki kebutuhan mendesak akan kiper baru mengingat kritik terhadap penampilan Sanchez. Namun, untuk Manchester United, rumor ini tampaknya kurang berdasar. Dengan harga yang sangat tinggi, Rp 1,2 triliun, peluang transfer ini terbilang kecil, apalagi mereka memiliki talenta muda menjanjikan yang menunjukkan konsistensi. Angka tersebut jelas menjadi penghalang besar bagi kedua klub, terutama mengingat kondisi pasar saat ini.











Tinggalkan komentar