Trafford Menggila Posisi Kiper City Memanas

El-Shinta

16 Januari 2026

2
Min Read

Ekonesia – Panggung sepak bola Inggris kembali dihebohkan dengan penampilan gemilang seorang penjaga gawang muda. James Trafford, kiper masa depan Manchester City, baru-baru ini sukses mencuri perhatian lewat aksi heroiknya di bawah mistar. Performa luar biasa ini sontak memicu dilema besar bagi sang manajer, Pep Guardiola, yang kini harus memutar otak di tengah keberadaan Gianluigi Donnarumma.

Kiper berkebangsaan Inggris itu diberi kesempatan langka untuk unjuk gigi sebagai starter dalam laga tandang semifinal Piala Carabao melawan Newcastle United. Di St James’ Park, pasukan Pep Guardiola berhasil mengamankan kemenangan meyakinkan 0-2. Antoine Semenyo membuka keunggulan di menit ke-53, sebelum Rayan Cherki memastikan kemenangan dua gol di menit ke-99. Namun, di balik kemenangan kolektif tersebut, sorotan tajam justru tertuju pada sosok Trafford.

Trafford Menggila Posisi Kiper City Memanas
Gambar Istimewa : gilabola.com

Trafford sukses membayar lunas kepercayaan pelatihnya. Dengan tiga penyelamatan krusial dan keberhasilan menjaga gawang tetap perawan, ia membuktikan kapasitasnya sebagai benteng terakhir yang kokoh. Padahal, situasi ini cukup ironis bagi Trafford. Di awal musim, ia sempat yakin akan menjadi kiper utama City setelah kepergian Ederson Moraes. Namun, kedatangan Gianluigi Donnarumma yang dilepas Paris Saint-Germain mengubah segalanya.

Donnarumma, yang sempat diragukan karena dianggap kurang piawai dalam memainkan bola dengan kaki, langsung mendapat garansi sebagai pilihan utama untuk Liga Primer dan Liga Champions. Hal ini secara otomatis mengakhiri mimpi singkat Trafford sebagai kiper nomor satu klub. Meski demikian, Guardiola tak segan memuji sikap profesionalisme Trafford dalam sesi latihan. Laga kontra Newcastle menjadi bukti nyata bahwa kemampuan sang kiper muda sudah berada di level yang patut diperhitungkan di kancah Liga Inggris.

Namun, persoalan pelik muncul. Trafford hanya terpaut tiga tahun lebih muda dari Donnarumma. Menunggu Donnarumma pensiun bukanlah opsi realistis untuk perkembangan karier sang kiper Inggris. Situasi ini menempatkan Trafford di persimpangan jalan yang krusial.

Guardiola kini dihadapkan pada pilihan sulit: mempertahankan stabilitas instan bersama Donnarumma atau berinvestasi pada keberlanjutan jangka panjang bersama Trafford. Posisi kiper adalah peran unik yang umumnya hanya memungkinkan satu pemain untuk tampil reguler. Untuk jangka panjang, sulit membayangkan Trafford akan betah dengan situasi ini. Cepat atau lambat, ia mungkin akan menuntut pintu keluar demi menit bermain yang lebih banyak.

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post